Menu

Dark Mode
Kenapa Chat WhatsApp Tidak Masuk Kalau Tidak Dibuka? Komdigi Temukan Masih Banyak Anak Palsukan Umur untuk Akses Medsos TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar Hebat, Apa Pemicunya? Ribuan Mutiara Gua Langka Ditemukan di Vietnam Suhu Permukaan Laut Global Capai Titik Terpanas, Ini Dampaknya Ilmuwan Ciptakan Kecoa Cyborg yang Bisa Menyelam 3 Jam

Kabar Lifestyle

Ribuan Mutiara Gua Langka Ditemukan di Vietnam

badge-check


					Ribuan Mutiara Gua Langka Ditemukan di Vietnam. (Foto: Tuoitre) Perbesar

Ribuan Mutiara Gua Langka Ditemukan di Vietnam. (Foto: Tuoitre)

Sebuah gua baru yang ditemukan di kawasan Taman Nasional Phong Nha-Ke Bang menyimpan kejutan geologi yang luar biasa. Selain dipenuhi stalaktit dan stalagmit raksasa, gua tersebut berisi ribuan mutiara gua (cave pearls), formasi mineral langka yang membutuhkan ratusan hingga ribuan tahun untuk terbentuk.

Gua yang diberi nama Victory Cave (Gua Thang) ini memiliki panjang sekitar 3 kilometer dan berada di zona perlindungan ketat taman nasional. Keberadaannya diketahui setelah seorang warga lokal menunjukkan lokasi pintu masuk kepada pengelola taman nasional, yang kemudian melakukan ekspedisi selama enam hari bersama perusahaan eksplorasi gua Jungle Boss.

Namun, yang paling menarik perhatian para peneliti bukan hanya ruang-ruang gua yang luas, melainkan konsentrasi mutiara gua yang sangat padat. Menurut para ahli gua di Phong Nha-Ke Bang, fenomena seperti ini sebelumnya hanya ditemukan di beberapa gua terkenal di Vietnam, seperti Son Doong, Hung, dan Over.

Berbeda dengan stalagmit yang tumbuh dari lantai gua, mutiara gua merupakan butiran mineral berbentuk bulat yang terbentuk secara bebas di dalam genangan air dangkal.

Komponen utamanya adalah kalsium karbonat. Proses pembentukannya dimulai ketika air hujan meresap melalui batu kapur dan melarutkan mineral. Air yang kaya kalsium karbonat kemudian menetes ke cekungan kecil di lantai gua.

Saat karbon dioksida dilepaskan ke udara, mineral mulai mengendap dan melapisi inti kecil, seperti butiran pasir, pecahan stalaktit, atau serpihan tulang hewan. Selama ribuan tahun, butiran tersebut terus bergulir akibat aliran air yang sangat lembut sehingga lapisan mineral mengendap secara merata dan membentuk bola yang licin menyerupai mutiara.

Para ilmuwan menyebut proses ini membutuhkan kondisi yang sangat spesifik. Sedikit perubahan pada aliran air atau kandungan mineral dapat menghentikan pertumbuhan mutiara gua.

Le Luu Dung yang ikut memimpin survei mengatakan ukuran mutiara gua di Victory Cave sangat beragam. Sebagian besar hanya sebesar kacang hijau atau biji jagung, tetapi beberapa di antaranya tumbuh hingga seukuran bola pingpong.

“Proses pembentukan mutiara gua berbeda dengan stalagmit. Mutiara gua terbentuk oleh aliran air yang lembut melalui celah-celah dinding gua, sedangkan stalagmit terbentuk dari tetesan air yang terus-menerus jatuh di satu titik,” ujar Dung.

Menurutnya, selama ribuan tahun mutiara-mutiara tersebut terus bergesekan satu sama lain maupun dengan dinding cekungan batu sehingga permukaannya menjadi sangat halus dan hampir bulat sempurna. Selain mutiara gua, Victory Cave juga dipenuhi formasi batu kapur spektakuler yang terbentuk selama ratusan ribu tahun. Beberapa ruang gua memiliki lebar lebih dari 100 meter, dengan stalaktit menjuntai dari langit-langit dan pilar stalagmit yang menjulang dari lantai gua.

Penemuan ini semakin memperkuat reputasi Phong Nha-Ke Bang sebagai salah satu kawasan karst terpenting di dunia. Taman nasional yang berstatus Warisan Dunia UNESCO tersebut telah memiliki lebih dari 425 gua yang ditemukan, termasuk Gua Son Doong yang dikenal sebagai gua terbesar di dunia.

Para peneliti berharap Victory Cave dapat menjadi sumber informasi baru untuk memahami proses geologi di kawasan batu kapur tropis. Namun karena berada di zona perlindungan ketat, akses ke gua ini masih dibatasi agar formasi mineral yang sangat rapuh, terutama ribuan mutiara gua, tetap terjaga kelestariannya.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kenapa Chat WhatsApp Tidak Masuk Kalau Tidak Dibuka?

6 July 2026 - 11:10 WIB

Komdigi Temukan Masih Banyak Anak Palsukan Umur untuk Akses Medsos

6 July 2026 - 11:07 WIB

TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar Hebat, Apa Pemicunya?

6 July 2026 - 11:04 WIB

Suhu Permukaan Laut Global Capai Titik Terpanas, Ini Dampaknya

6 July 2026 - 10:57 WIB

Ilmuwan Ciptakan Kecoa Cyborg yang Bisa Menyelam 3 Jam

6 July 2026 - 10:53 WIB

Trending on Kabar Lifestyle