Menu

Dark Mode
Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya? Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini

Headline

Gerakan RT/RW dan Rumah Ibadah Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

badge-check


					Gerakan RT/RW dan Rumah Ibadah Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Perbesar

Jakarta – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kebayoran Baru melaksanakan kegiatan Sosialisasi Gerakan RT/RW dan Rumah Ibadah Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di wilayah Kelurahan Petogogan  Selasa (12/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas cakupan perlindungan pekerja, khususnya bagi pekerja sektor informal, pekerja rentan, serta masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi di lingkungan RT/RW maupun rumah ibadah. Sosialisasi dihadiri oleh perangkat kelurahan, pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, serta pengurus rumah ibadah di wilayah Kelurahan Petogogan.

Melalui program ini, BPJS Ketenagakerjaan mendorong terciptanya ekosistem lingkungan masyarakat yang sadar akan pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan, sehingga para pekerja dapat bekerja dengan lebih aman dan terlindungi dari risiko kecelakaan kerja maupun risiko sosial ekonomi lainnya.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru, Rafik Ahmad, dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa peran RT/RW dan rumah ibadah sangat strategis dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat.

“Gerakan RT/RW dan Rumah Ibadah Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan merupakan langkah nyata untuk menghadirkan perlindungan hingga ke lingkungan terkecil masyarakat. Kami berharap para pengurus wilayah dan tokoh agama dapat menjadi agen literasi yang membantu mengedukasi masyarakat agar semakin memahami pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Rafik Ahmad.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa perlindungan jaminan sosial tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja formal, tetapi juga pekerja mandiri, pedagang, pengurus rumah ibadah, pekerja harian, hingga masyarakat pekerja informal lainnya melalui segmen Bukan Penerima Upah (BPU).

Melalui sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Kelurahan Petogogan yang memahami manfaat program BPJS Ketenagakerjaan dan terdorong untuk menjadi peserta aktif, sehingga tercipta lingkungan masyarakat yang lebih tangguh, terlindungi, dan sejahtera.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kebayoran Baru akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah wilayah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen komunitas untuk memastikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat dirasakan secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat. Rls

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026 - 20:36 WIB

Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker 

9 September 2026 - 18:42 WIB

Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan

8 September 2026 - 21:24 WIB

Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek

8 September 2026 - 10:03 WIB

Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid

7 September 2026 - 10:18 WIB

Trending on Headline