Menu

Dark Mode
Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya? Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini

Kabar Lifestyle

Pesaing Starlink dari Amazon Akan Beroperasi Tahun Ini

badge-check


					Pesaing Starlink dari Amazon Akan Beroperasi Tahun Ini (Foto: Amazon)
Perbesar

Pesaing Starlink dari Amazon Akan Beroperasi Tahun Ini (Foto: Amazon)

Amazon akan meluncurkan layanan internet satelitnya pada pertengahan tahun 2026. Hal ini diungkap oleh CEO Amazon Andy Jassy dalam surat tahunannya untuk pemegang saham.
Layanan bernama Amazon Leo (sebelumnya Project Kuiper) ini digarap sebagai pesaing Starlink milik SpaceX. Amazon mengatakan Leo akan mendukung kecepatan download hingga 1Gbps, sementara kecepatan download Starlink di kisaran 45-280 Mbps.

Jassy tidak menyebutkan apakah tanggal peluncuran pada pertengahan 2026 sudah termasuk jadwal ketersediaan untuk konsumen. Juru bicara Amazon mengatakan pihaknya belum memiliki informasi lengkap untuk dibagikan saat ini.

Sejak akhir tahun lalu, Amazon sudah mengajak perusahaan terpilih untuk menguji coba layanan internet satelitnya berkecepatan tinggi. Maskapai penerbangan Delta dan JetBlue sudah menandatangani perjanjian untuk menggunakan layanan Leo di penerbangan.

Bisnis lain yang menjalin kesepakatan dengan Amazon termasuk AT&T, Vodafone, DirecTV Latin America, hingga NASA, seperti dikutip dari Detikcom, Senin (13/4/2026).

Kapan pun layanannya tersedia untuk konsumen, Amazon Leo akan menawarkan lebih banyak keuntungan dibandingkan Starlink. Leo kabarnya akan menawarkan performa uplink hingga delapan kali lebih cepat dan kecepatan download dua kali lipat dibandingkan Starlink.

Amazon mengatakan layanan internet satelit Leo juga akan lebih murah, serta sudah termasuk integrasi AWS native untuk penyimpanan data perusahaan, analitik, dan AI.

Terlepas dari deretan keuntungan tersebut, Amazon Leo sepertinya membutuhkan waktu lama untuk menyediakan layanan internet satelit dalam skala besar.

Layanan Amazon Leo saat ini mundur dari jadwalnya, dan saat ini hanya ada 241 satelit yang sudah mengorbit. Starlink yang sudah aktif sejak tahun 2019 saat ini sudah memiliki lebih dari 10.000 satelit di orbit.

Pada bulan Januari, Amazon meminta Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat untuk memperpanjang tenggat waktu yang jatuh pada Juli 2026 yang mewajibkan mereka memiliki 1.600 satelit di orbit. Perusahaan besutan Jeff Bezos itu mengatakan mereka memperkirakan hanya sekitar 700 satelit yang akan beroperasi pada tenggat waktu tersebut.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor

20 September 2026 - 21:07 WIB

Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan

19 September 2026 - 19:57 WIB

Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG

19 September 2026 - 19:54 WIB

Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya?

19 September 2026 - 19:49 WIB

Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan

19 September 2026 - 19:45 WIB

Trending on Kabar Lifestyle