Menu

Dark Mode
Waspada Firmware Router Kena Serangan Siber, Bisa Berujung Bobol Akun Perairan di Papua Viral Dipenuhi Batu Apung, Ini Penjelasan BMKG Bos Valve Buat Kapal Rp 14,6 Triliun, Mau Ungkap Misteri Lautan Ngeri! Ratusan Ular Termasuk Kobra Lepas Akibat Banjir di China Ratusan Satelit Starlink Dibakar SpaceX di Atmosfer, Picu Kekhawatiran Disidak Satpol PP, Pengelola Teras Nona Manis dan Tipzy Bears Beberkan Kronologi

Kabar Politik

DPRD Ingatkan SPPG Agar Prioritaskan Lapangan Kerja Untuk Warga RT/RW Setempat

badge-check


					Anggota DPRD Kota Bogor, Dedi Mulyono. (foto: hmp) Perbesar

Anggota DPRD Kota Bogor, Dedi Mulyono. (foto: hmp)

Kota Bogor-Keberadaan 125 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bogor seharusnya membawa manfaat langsung bagi warga sekitar. Namun di lapangan, masih ada masyarakat yang mengaku belum dilibatkan dalam operasional program tersebut.

Anggota DPRD Kota Bogor, Dedi Mulyono, mengungkapkan hal itu usai turun langsung menyerap aspirasi warga di sejumlah wilayah.

“Saat saya turun ke lapangan, ada warga yang menyampaikan langsung ke saya, ‘Pak, SPPG ada di sini, tapi kami tidak pernah diajak terlibat kerja.’ Ini harus jadi perhatian serius,” ujar Dedi, Rabu (25/03/2026).

Menurutnya, keluhan tersebut menunjukkan bahwa manfaat program belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat di tingkat paling bawah.
Dedi menuturkan, aspirasi warga yang ia temui cukup sederhana: mereka ingin dilibatkan dan mendapatkan kesempatan kerja di lingkungan sendiri.

“Bahkan ada yang bilang, ‘Kami cuma lihat aktivitasnya setiap hari, tapi tidak pernah diajak kerja.’ Ini kan ironis,” katanya.

Ia menilai, kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan, mengingat SPPG hadir di tengah-tengah permukiman warga.

Dedi menegaskan, setiap SPPG seharusnya memprioritaskan tenaga kerja dari lingkungan sekitar, mulai dari RT, RW, hingga kelurahan.

“Kalau SPPG berdiri di satu wilayah, maka warga di situ harus jadi yang pertama dilibatkan. Ini bukan hanya soal program, tapi soal keadilan bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di SPPG cukup besar, mulai dari dapur, distribusi, hingga operasional harian yang bisa diisi oleh warga lokal.

Untuk memastikan penyerapan tenaga kerja tepat sasaran, Dedi mendorong agar RT dan RW dilibatkan dalam proses rekrutmen.

“RT dan RW paling tahu siapa warganya yang butuh pekerjaan. Jangan sampai peluang ini justru diambil oleh orang luar,” ujarnya.

Dedi mengingatkan, program sebesar SPPG jangan sampai justru menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.

“Harapan warga itu sederhana, ingin dilibatkan, ingin punya penghasilan. Jangan sampai program besar ini justru membuat mereka merasa ditinggalkan,” katanya.

Ia pun menegaskan, jika dikelola dengan baik, SPPG bisa menjadi penggerak ekonomi dari level paling bawah.

“Kalau warga sekitar bekerja, ada penghasilan, maka ekonomi di RT dan RW akan hidup. Ini yang harus kita jaga,” ucapnya.

Berdasarkan infiormasi dari website resmi Badan Gizi Nasional, jumlah SPPG yang sudah beroperasi di Kota Bogor mencapai 125 titik. Dedi menilai ini adalah momentum penting untuk memastikan program benar-benar berpihak kepada masyarakat.

“Ini bukan hanya soal angka 125 SPPG, tapi soal bagaimana program ini dirasakan oleh warga. Jangan sampai mereka hanya jadi penonton di rumah sendiri,” pungkasnya. hmp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

LGBTQ Jadi Ancaman Non Militer, Dedi Mulyono Desak Wali Kota Bogor Terbitkan Perwali P4S

6 July 2026 - 08:35 WIB

Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Adityawarman Apresiasi Kinerja Polri

1 July 2026 - 08:35 WIB

​Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter 27, Zenal Abidin: Momentum Indah Sesuai Surat Al-Hajj Ayat 27

30 June 2026 - 08:40 WIB

Penguatan Raperda Perlindungan Anak Kota Bogor, Endah Purwanti Libatkan Komunitas Anak

24 June 2026 - 08:34 WIB

Dinilai Rugikan Warga Miskin, DPRD Kota Bogor Desak SE Sekda Soal Pembatasan Bansos Direvisi

24 June 2026 - 08:20 WIB

Trending on Kabar Politik