Menu

Dark Mode
572 Atlet Kota Bogor Siap Raih 100 Emas Porprov Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas Tirta Pakuan Fokus Ajak Warga dan Sektor Usaha Gunakan Air PDAM Sinergi Teknologi di HKB 2026: Panaragan Jadi Pilot Project Mitigasi Longsor Berbasis EWS HKB 2026, BPBD Kota Bogor Gerakkan 27 Keltana dalam Aksi Mitigasi Serentak Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi Pembina, Pramuka Kota Bogor Gelar Karang Pamitran

Kabar Lifestyle

Komdigi Sebut 33 Persen Remaja Indonesia Kecanduan Gim

badge-check


					Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merespons tingginya adiksi gim pada anak dan remaja dengan meluncurkan layanan Digital Addiction Response Assistance (DARA). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA) Perbesar

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merespons tingginya adiksi gim pada anak dan remaja dengan meluncurkan layanan Digital Addiction Response Assistance (DARA). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merespons tingginya adiksi gim pada anak dan remaja dengan meluncurkan layanan Digital Addiction Response Assistance (DARA).
Menkomdigi Meutya Hafid menyebut 33 hingga 39 persen anak SMA mengalami kecanduan gim tingkat sedang hingga berat.

“Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa siswa SMA di Indonesia sekitar 33 persen hingga 39 persen dalam sampel tertentu masuk dalam kategori kecanduan tingkat sedang hingga berat. Jadi sedang sampai beratnya saja lebih dari 30 persen atau tepatnya 33 persen,” katanya di Jakarta, Jumat (28/2).

Sementara itu, secara global adiksi gim disebut berada pada kisaran 1,96 hingga 3 persen populasi di dunia

“Jadi dari total populasi di dunia itu 3 persen populasinya kecanduan game dengan resiko tertinggi pada remaja laki-laki dan juga dewasa muda,” terangnya.

Meutya mengatakan gim membantu manusia menjadi kreatif. Oleh karena itu pihaknya akan terus mendukung industri ini.

Namun, ada sejumlah potensi dampak negatif yang membayangi aktivitas hiburan ini, salah satunya adiksi.

Oleh karena itu, layanan multiplatform DARA hadir untuk mengakomodir mereka yang terkena masalah adiksi gim.

“Sehingga kita harapkan dengan layanan ini anak-anak bisa datang dengan sendirinya untuk mencari pertolongan atau bantuan terhadap adiksi mereka terhadap games. Sekali lagi, kita tidak ingin menutup games-nya, karena tadi banyak yang kreatif, tapi kita ingin mereka yang kemudian terpapar hal-hal negatif bisa dibantu dan negara harus hadir di situ,” tuturnya.

Lebih lanjut, Meutya mengatakan DARA berangkat dari kegelisahan masyarakat, terutama para orang tua yang merasa kesulitan menghadapi perubahan perilaku anak akibat paparan gim daring berlebihan.

Ia menyebut layanan DARA adalah karya talenta muda bangsa yang dirancang sebagai teman bercerita dan wadah konsultasi secara privat.

Layanan ini dapat diakses secara mudah oleh anak-anak maupun orang tua melalui laman https://adiksi.igrs.id/ atau melalui layanan konsultasi WhatsApp Indonesia Game Rating System (IGRS) di nomor 0811806860.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

50+ Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 untuk WhatsApp Status & IG Story

21 April 2026 - 11:22 WIB

Johny Srouji Jadi Bos Hardware Apple, Peran Makin Besar

21 April 2026 - 11:19 WIB

Pelihara Puluhan Ribu Ular Mematikan, Gadis Ini Dapat Rp 2,5 Miliar

21 April 2026 - 11:17 WIB

Jakarta Dorong UMKM Go Digital, Perputaran Ekonomi Capai Rp67,5 Triliun

19 April 2026 - 13:41 WIB

Total Football VNG Rilis Jelang Piala Dunia 2026, Gandeng Rizky Ridho

19 April 2026 - 13:38 WIB

Trending on Kabar Lifestyle