Menu

Dark Mode
BMKG Sebut Asap Karhutla Kalbar Berpotensi Menyeberang ke Malaysia Agen AI Anthropic dan OpenAI Lepas Kendali saat Diuji Penangkap Lele Jumbo Meresahkan akan Dikasih Duit Pemerintah Unik! Hotel Ini Dirancang ‘Menghilang’ di Gurun Namibia 3 Sosok Genius di Balik Ledakan AI China, Silicon Valley Ketar-ketir Misteri Sedikit Ular Bisa Menguasai Seluruh Pulau Guam

Kabar Lifestyle

Perang Memanas, Langit Iran Mendadak Sepi Pesawat Sipil

badge-check


					Serangan udara Israel dan AS ke wilayah Iran sejak Sabtu (28/2), membuat wilayah udara negara tersebut kosong melompong dari penerbangan pesawat sipil. (Foto: Flightradar24) Perbesar

Serangan udara Israel dan AS ke wilayah Iran sejak Sabtu (28/2), membuat wilayah udara negara tersebut kosong melompong dari penerbangan pesawat sipil. (Foto: Flightradar24)

Serangan udara Israel dan Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran sejak Sabtu (28/2), membuat wilayah udara negara tersebut kosong melompong dari penerbangan pesawat sipil.
Berdasarkan pantauan aplikasi FlightRadar24 pada Minggu (1/3) pukul 12.38 WIB, terlihat bahwa wilayah udara Iran, Irak, Kuwait, Suriah, hingga Israel sepi dari penerbangan. Sementara, di wilayah udara lainnya penerbangan tampak cukup padat.

Kondisi ini sudah terjadi sejak serangan hari pertama pada Sabtu (28/2). Kondisi serupa kembali terjadi pada Minggu (1/3).

Amerika Serikat (AS) dan sekutu kesayangannya, Israel, menggempur habis-habisanIran pada Sabtu (27/2) usai negosiasi nuklir gagal mencapai kesepakatan.

Organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Iran melaporkan serangan kedua negara itu menyasar 20 dari 31 provinsi di Iran.

Imbas serangan tersebut, Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan Komandan Angkatan Bersenjata Korps Iran (IRGC) Mohammed Pakpour juga tewas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Trump meyakini pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei ikut tewas dalam serangan mereka.

“Ali Khamenei sudah tewas. Ini adalah peluang tunggal terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka,” kata Presiden AS Donald Trump, dikutip Reuters.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim serangan tersebut demi menghilangkan ancaman terhadap Negeri Paman Sam.

“Operasi skala besar yang sedang berlangsung demi membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman nyata,” kata Trump pada Sabtu, dikutip NPR.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BMKG Sebut Asap Karhutla Kalbar Berpotensi Menyeberang ke Malaysia

5 August 2026 - 21:30 WIB

Agen AI Anthropic dan OpenAI Lepas Kendali saat Diuji

5 August 2026 - 21:27 WIB

Penangkap Lele Jumbo Meresahkan akan Dikasih Duit Pemerintah

5 August 2026 - 21:22 WIB

Unik! Hotel Ini Dirancang ‘Menghilang’ di Gurun Namibia

5 August 2026 - 20:51 WIB

3 Sosok Genius di Balik Ledakan AI China, Silicon Valley Ketar-ketir

5 August 2026 - 20:46 WIB

Trending on Kabar Lifestyle