Menu

Dark Mode
BPBD dan Kwarcab Kota Bogor Lahirkan Pramuka Tangguh Bencana Ribuan Pegiat Kebudayaan Hadiri Riung Mungpulung Kasundaan di Kebun Raya Bogor Kelurahan Baranangsiang Siap jadi Barometer Tata Kelola Wilayah Jadwal MPL ID S17 Week 4: RRQ Hoshi Vs Evos HUAWEI Mate 80 Pro Kembali, Juara Kamera dan Ketangguhan Sudah Ada Pura 80 Pro, Apa Alasan Huawei Bawa Mate 80 Pro ke RI?

Kabar Lifestyle

Perang Memanas, Langit Iran Mendadak Sepi Pesawat Sipil

badge-check


					Serangan udara Israel dan AS ke wilayah Iran sejak Sabtu (28/2), membuat wilayah udara negara tersebut kosong melompong dari penerbangan pesawat sipil. (Foto: Flightradar24) Perbesar

Serangan udara Israel dan AS ke wilayah Iran sejak Sabtu (28/2), membuat wilayah udara negara tersebut kosong melompong dari penerbangan pesawat sipil. (Foto: Flightradar24)

Serangan udara Israel dan Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran sejak Sabtu (28/2), membuat wilayah udara negara tersebut kosong melompong dari penerbangan pesawat sipil.
Berdasarkan pantauan aplikasi FlightRadar24 pada Minggu (1/3) pukul 12.38 WIB, terlihat bahwa wilayah udara Iran, Irak, Kuwait, Suriah, hingga Israel sepi dari penerbangan. Sementara, di wilayah udara lainnya penerbangan tampak cukup padat.

Kondisi ini sudah terjadi sejak serangan hari pertama pada Sabtu (28/2). Kondisi serupa kembali terjadi pada Minggu (1/3).

Amerika Serikat (AS) dan sekutu kesayangannya, Israel, menggempur habis-habisanIran pada Sabtu (27/2) usai negosiasi nuklir gagal mencapai kesepakatan.

Organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Iran melaporkan serangan kedua negara itu menyasar 20 dari 31 provinsi di Iran.

Imbas serangan tersebut, Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan Komandan Angkatan Bersenjata Korps Iran (IRGC) Mohammed Pakpour juga tewas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Trump meyakini pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei ikut tewas dalam serangan mereka.

“Ali Khamenei sudah tewas. Ini adalah peluang tunggal terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka,” kata Presiden AS Donald Trump, dikutip Reuters.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim serangan tersebut demi menghilangkan ancaman terhadap Negeri Paman Sam.

“Operasi skala besar yang sedang berlangsung demi membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman nyata,” kata Trump pada Sabtu, dikutip NPR.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jadwal MPL ID S17 Week 4: RRQ Hoshi Vs Evos

16 April 2026 - 21:35 WIB

HUAWEI Mate 80 Pro Kembali, Juara Kamera dan Ketangguhan

16 April 2026 - 21:32 WIB

Sudah Ada Pura 80 Pro, Apa Alasan Huawei Bawa Mate 80 Pro ke RI?

16 April 2026 - 21:28 WIB

Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru

15 April 2026 - 08:55 WIB

Kisah Penangkapan Lele Raksasa Sebesar Beruang

13 April 2026 - 16:49 WIB

Trending on Kabar Lifestyle