Menu ✖

Dark Mode
Sosialisasi SPAB, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah Pemkot Bogor Cari Solusi Tambahan PAD, Gapensi Siap Kolaborasi Dedie Rachim Apresiasi Program Revitalisasi Sekolah dari Pemerintah Pusat Pemkot Bogor Targetkan Penurunan Kabel Udara Sepanjang 20 Kilometer Pemkot Bogor Tegaskan Komitmen Penataan Kabel Udara di Seluruh Kota Terpangkas Sampai 74 Persen, DPRD DIY Desak Pusat Normalisasi Anggaran Transfer

Kabar Lifestyle

Epstein Diduga Kena Masalah Seksual Sampai Cari Dokter

badge-check


					(Foto: AP: Jon Elswick/File) Perbesar

(Foto: AP: Jon Elswick/File)

Jakarta – Salah satu dokumen Jeffrey Epstein yang terungkap adalah pelaku kejahatan seksual ini mencari dokter untuk Klinefelter Syndrome. Inilah penjelasan ilmiah untuk kondisi medis yang mengarah kepada kemandulan.

Dalam dokumen Department of Justice Amerika Serikat bernomor EFTA00316537, seperti dilihat detikINET, Minggu (8/2/2026) isinya adalah surat dari dokter urologi Peter N Schiegel dari rumah sakit Weill Cornell Medicine/New York-Presbyterian tanggal 19 April 2019. Schiegel menginfokan dokter bernama Darius Paduch sudah tidak menangani pasien mulai 8 April 2019.

Untuk itu, Schiegel menawarkan Epstein sejumlah dokter pengganti untuk kelanjutan perawatan medis untuk masalah pengobatan seksual, Klinefelter Syndrome dan perawatan reproduksi pria. Inilah penjelasan Klinefelter Syndrome sehingga Epstein membutuhkan dokter.

Apa Itu Klinefelter Syndrome

Dilansir dari The Guardian Inggris, Klinefelter Syndrome adalah kondisi genetik yang terjadi pada 1 dari 600 pria yang disinyalir merupakan penyebab utama infertilitas pada pria.

Sindrom ini bukan faktor keturunan, dan penyebabnya adalah kromosom X tambahan sehingga seorang pria memiliki kromosom XXY, bukan XY. Akibatnya, pria dengan kondisi ini memiliki beberapa karakteristik perempuan.

Ciri-ciri Klinefelter Syndrome

Ciri-ciri orang yang mengalami Klinefelter Syndrome adalah memiliki tinggi badan berlebih, kelelahan terus menerus, berkurangnya rambut yang tumbuh. Mereka juga mengalami ukuran testis dan penis yang kecil, kondisi jumlah sperma rendah atau tidak ada, libido yang rendah dan pembesaran kelenjar payudara pria (ginekomastia).

Jika tidak diobati, sindrom ini dapat menyebabkan penurunan testosteron dan infertilitas atau kemandulan. Dampak lain dari Klinefelter Syndrome adalah, mereka yang mengalaminya punya potensi lebih besar untuk terkena kanker testis.

Penanganan untuk Klinefelter Syndrome

Pakar urologi Tet Yap dari Guy’s Hospital London kepada The Guardian mengatakan Klinefelter Syndrome bisa diobati dengan terapi testosteron. Cara lainnya adalah prosedur operasi MicroTESE. Ini adalah ekstraksi sperma testis lewat bedah mikro di mana sperma diekstraksi dari tubulus testis.

Dalam dokumen DOJ tersebut, tidak ada penjelasan respons dari Epstein. Selain itu tidak ada juga analisa apa kaitan kondisi medis Epstein dengan perilaku kejahatan seksualnya.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Biaya Internet Rumah Mahal, Komdigi Mau Pangkas Jadi Rp 100 Ribu

14 October 2026 - 15:56 WIB

Kebakaran Hutan Tak Cuma Bakar Pohon Tetapi Juga Menggerus Tanah Gambut

14 October 2026 - 15:52 WIB

Ratusan Supermarket Diretas, Kulkas Dibuat Jadi Panas

14 October 2026 - 15:48 WIB

Karyawan Terancam Dipenjara Usai Rekam Ucapan Bos Saat Rapat

14 October 2026 - 15:44 WIB

iPhone 18 Pro Enggak Laku, Apple Akhirnya Menyerah Tak Mampu Jualan

14 October 2026 - 15:41 WIB

Trending on Kabar Lifestyle