Menu

Dark Mode
HPN 2026 Banten Siap Digelar, PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi Laba-laba Madagascar Bikin Takjub, Buat Jaring Super Kuat hingga 25 Meter Elon Musk Satukan SpaceX dan xAI, Jadi Perusahaan Rp 20.000 T Induk ChatGPT Mau Bikin Media Sosial Bebas Bot Tantangan Tersembunyi AI di Indonesia di Tengah Akselerasi Inovasi Heboh! File Epstein Sebut Bali & Nama Indonesia, Netizen Geger

Feature

Menuju Pajak Presisi dan Transparan, Kota Bogor Bangun Ekosistem Geospasial Terpadu

badge-check


					Dedie Rachim Jenal Mutaqien. (foto: kominfo) Perbesar

Dedie Rachim Jenal Mutaqien. (foto: kominfo)

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menetapkan tahun 2026 sebagai momentum strategis transformasi pengelolaan pajak daerah menuju sistem yang presisi, transparan, dan berbasis data.

Transformasi ini diwujudkan melalui pembangunan ekosistem geospasial terpadu yang menjadi fondasi penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor secara berkelanjutan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan bahwa penguatan sistem pajak daerah harus dimulai dari pembenahan data dan peta potensi pajak yang akurat. Untuk itu, Pemkot Bogor mengembangkan SISABAKOTA (Sistem Informasi Satu Basis Data Kota) sebagai instrumen utama kebijakan fiskal berbasis geospasial.

“SISABAKOTA kami bangun sebagai fondasi utama pengambilan kebijakan fiskal Kota Bogor. Dengan satu basis data berbasis geospasial, seluruh potensi pajak dapat dipetakan secara presisi, transparan, dan terukur hingga tingkat wilayah terkecil. Kebijakan pajak ke depan tidak lagi berbasis asumsi, tetapi berbasis data yang dapat diuji dan dipertanggungjawabkan,” ujar Wali Kota Bogor.

SISABAKOTA dirancang sebagai dashboard terintegrasi yang menghimpun dan memvisualisasikan seluruh data pajak daerah lintas sektor dalam satu peta dan satu sistem. Mulai dari PBB-P2, PBJT, BPHTB, Pajak Air Tanah, hingga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Seluruh data disajikan secara spasial untuk mendukung analisis potensi, pengawasan, dan pengambilan keputusan strategis.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Deni Hendana, menjelaskan bahwa SISABAKOTA berfungsi sebagai single source of truth (Sumber Kebenaran Tunggal) data fiskal daerah, sekaligus alat deteksi dini terhadap potensi kebocoran penerimaan.

“Melalui SISABAKOTA, kami mengintegrasikan seluruh data pajak daerah lintas sektor dalam satu dashboard geospasial. Sistem ini memungkinkan kami melihat secara real-time potensi, realisasi, serta indikasi kebocoran pajak. SISABAKOTA menjadi alat strategis untuk menentukan prioritas pengawasan, intensifikasi, dan ekstensifikasi pajak daerah secara presisi,” jelas Deni.

Dengan pendekatan geospasial, SISABAKOTA mampu memetakan objek dan potensi pajak hingga tingkat RT, menampilkan kesenjangan antara potensi dan realisasi, serta menjadi early warning system bagi pemerintah daerah dalam menutup celah kebocoran sejak dari hulu.

Pengembangan SISABAKOTA juga terintegrasi dengan berbagai aplikasi pendukung pendataan dan pengawasan pajak daerah, sehingga membentuk ekosistem digital pajak yang saling terhubung, transparan, dan akuntabel.

Melalui pembangunan ekosistem geospasial terpadu ini, Pemkot Bogor menargetkan terciptanya tata kelola pajak daerah yang modern, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan kepatuhan pajak sebagai budaya bersama dalam mendukung pembangunan Kota Bogor. adv

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Transformasi Digital Desa Wisata Purwabakti

7 January 2026 - 18:55 WIB

Penyerahan Bantuan Tempat Sampah Kepada Desa/ Kelurahan

4 December 2025 - 20:53 WIB

Wajah Baru Jalan Kolam Lele di Perbatasan 2 Kecamatan

30 November 2025 - 19:08 WIB

Bentuk Raperda Baru, DPRD Kota Bogor Dukung Capaian RPJMD 2025-2030

27 November 2025 - 23:29 WIB

Kota Bogor Pionir Kota Bebas Sampah

20 November 2025 - 14:48 WIB

Trending on Feature