Menu

Dark Mode
Pinjam Pakai Eks Kantor Imigrasi, Pemkot Bogor Teken Perjanjian Layanan Publik Makin Mudah, Imigrasi dan Dukcapil Buka Layanan di PWI Kota Bogor Mantan Bos Microsoft Minta Dikenalkan ke Tim Cook Lewat Jeffrey Epstein Kawin Campur Manusia dengan Spesies Lain, Anaknya Berumur Pendek Ramai Bill Gates dan Jeffrey Epstein Rencanakan Pandemi, Ini Faktanya Meta Dituduh Jadi Sarang Predator dan Eksploitasi Anak

Kabar Lifestyle

Kisah Prosesor 7 GHz Intel, Gagal karena Panas dan Boros Daya

badge-check


					Foto: Getty Images Perbesar

Foto: Getty Images

Jakarta – Pada awal 2000-an, Intel sempat memiliki ambisi besar untuk mendorong kecepatan prosesor desktop ke level ekstrem. Strategi ini dikenal sebagai “GHz race”, era ketika kecepatan prosesor menjadi tolok ukur utama performa CPU sekaligus alat pemasaran paling ampuh.

Berbekal arsitektur NetBurst yang digunakan pada Pentium 4, Intel merancang penerus ambisius dengan nama kode Tejas. Untuk segmen server, Intel menyiapkan varian Jayhawk yang diposisikan sebagai penerus Xeon, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (19/1/2026).

Intel pertama kali memaparkan desain Tejas pada awal 2003 dengan target yang terbilang sangat agresif. Prosesor ini diproyeksikan meluncur dengan kecepatan awal 7 GHz atau lebih. Saat itu, prosesor mainstream baru saja menembus angka 3 GHz, sehingga target tersebut menarik perhatian besar dari pengamat industri dan penggemar PC.

Namun, ambisi tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Peluncuran Tejas yang semula dijadwalkan pada 2004 mundur ke 2005. Pengujian internal terhadap sampel awal justru memperlihatkan masalah serius pada konsumsi daya dan panas.

Sampel Tejas berbasis proses fabrikasi 90 nm dengan soket LGA 775 dilaporkan memiliki TDP mencapai 150 watt pada kecepatan 2,8 GHz. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding Pentium 4 Prescott 90 nm di frekuensi serupa yang berada di kisaran 84 watt.

Sebagai perbandingan, beberapa tahun kemudian Intel merilis Core 2 Duo berbasis 65 nm dengan TDP sekitar 65 watt pada kecepatan hingga 3 GHz. Perbedaan ini menegaskan bahwa desain NetBurst semakin sulit dikembangkan tanpa mengorbankan efisiensi daya dan suhu operasional.

Masalah kepadatan panas dan kebutuhan daya yang terus meningkat membuat Tejas tidak lagi realistis untuk pasar desktop maupun server. Pada Mei 2004, Intel akhirnya membatalkan pengembangan Tejas dan Jayhawk secara resmi, sekaligus mengakhiri masa depan arsitektur NetBurst.

Setelah itu, Intel mengubah arah strategi dengan berfokus pada efisiensi daya dan kinerja per watt. Perusahaan beralih mengembangkan prosesor berbasis arsitektur turunan desain mobile, yang kemudian melahirkan lini Core dan menjadi fondasi CPU Intel modern hingga saat ini.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mantan Bos Microsoft Minta Dikenalkan ke Tim Cook Lewat Jeffrey Epstein

4 February 2026 - 13:19 WIB

Kawin Campur Manusia dengan Spesies Lain, Anaknya Berumur Pendek

4 February 2026 - 13:16 WIB

Ramai Bill Gates dan Jeffrey Epstein Rencanakan Pandemi, Ini Faktanya

4 February 2026 - 13:14 WIB

Meta Dituduh Jadi Sarang Predator dan Eksploitasi Anak

4 February 2026 - 13:11 WIB

Laba-laba Madagascar Bikin Takjub, Buat Jaring Super Kuat hingga 25 Meter

3 February 2026 - 11:47 WIB

Trending on Kabar Lifestyle