Menu

Dark Mode
Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

Kabar Lifestyle

Kisah Prosesor 7 GHz Intel, Gagal karena Panas dan Boros Daya

badge-check


					Foto: Getty Images Perbesar

Foto: Getty Images

Jakarta – Pada awal 2000-an, Intel sempat memiliki ambisi besar untuk mendorong kecepatan prosesor desktop ke level ekstrem. Strategi ini dikenal sebagai “GHz race”, era ketika kecepatan prosesor menjadi tolok ukur utama performa CPU sekaligus alat pemasaran paling ampuh.

Berbekal arsitektur NetBurst yang digunakan pada Pentium 4, Intel merancang penerus ambisius dengan nama kode Tejas. Untuk segmen server, Intel menyiapkan varian Jayhawk yang diposisikan sebagai penerus Xeon, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (19/1/2026).

Intel pertama kali memaparkan desain Tejas pada awal 2003 dengan target yang terbilang sangat agresif. Prosesor ini diproyeksikan meluncur dengan kecepatan awal 7 GHz atau lebih. Saat itu, prosesor mainstream baru saja menembus angka 3 GHz, sehingga target tersebut menarik perhatian besar dari pengamat industri dan penggemar PC.

Namun, ambisi tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Peluncuran Tejas yang semula dijadwalkan pada 2004 mundur ke 2005. Pengujian internal terhadap sampel awal justru memperlihatkan masalah serius pada konsumsi daya dan panas.

Sampel Tejas berbasis proses fabrikasi 90 nm dengan soket LGA 775 dilaporkan memiliki TDP mencapai 150 watt pada kecepatan 2,8 GHz. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding Pentium 4 Prescott 90 nm di frekuensi serupa yang berada di kisaran 84 watt.

Sebagai perbandingan, beberapa tahun kemudian Intel merilis Core 2 Duo berbasis 65 nm dengan TDP sekitar 65 watt pada kecepatan hingga 3 GHz. Perbedaan ini menegaskan bahwa desain NetBurst semakin sulit dikembangkan tanpa mengorbankan efisiensi daya dan suhu operasional.

Masalah kepadatan panas dan kebutuhan daya yang terus meningkat membuat Tejas tidak lagi realistis untuk pasar desktop maupun server. Pada Mei 2004, Intel akhirnya membatalkan pengembangan Tejas dan Jayhawk secara resmi, sekaligus mengakhiri masa depan arsitektur NetBurst.

Setelah itu, Intel mengubah arah strategi dengan berfokus pada efisiensi daya dan kinerja per watt. Perusahaan beralih mengembangkan prosesor berbasis arsitektur turunan desain mobile, yang kemudian melahirkan lini Core dan menjadi fondasi CPU Intel modern hingga saat ini.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen

6 May 2026 - 22:21 WIB

Ngeri! Buaya Raksasa Masuk Dapur Hotel Mewah, Heboh di Medsos

2 May 2026 - 14:08 WIB

Samsung QLED Q5F 43 Inci Rilis di RI, TV Rp 4 Jutaan 7 Tahun Update

2 May 2026 - 13:50 WIB

50+ Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 untuk WhatsApp Status & IG Story

21 April 2026 - 11:22 WIB

Johny Srouji Jadi Bos Hardware Apple, Peran Makin Besar

21 April 2026 - 11:19 WIB

Trending on Kabar Lifestyle