Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Kabar Lifestyle

Iran Makin Mengkhawatirkan, Ribuan Korban Berjatuhan

badge-check


					Protes anti pemerintah di Iran. Foto: via REUTERS/Stringer Perbesar

Protes anti pemerintah di Iran. Foto: via REUTERS/Stringer

Teheran – Aksi protes terhadap pemerintah di Iran semakin mengkhawatirkan. Hingga kini dilaporkan sudah lebih dari 2 ribu orang tewas dalam demo besar-besaran yang dimulai sejak bulan lalu.

Dilansir detikNews dari Al Arabiya dan Reuters, Selasa (13/1/2026), jumlah orang tewas itu dilaporkan oleh pejabat Iran yang tak disebutkan namanya. Jatuhnya korban jiwa disebutkan merupakan ulah para “teroris”.

Untuk diketahui, awal mula gelombang protes di Iran terjadi pada 28 Desember lalu di area Grand Bazaar Teheran. Mereka memprotes perekonomian yang memburuk, ditandai dengan mata uang Rial Iran mengalami depresiasi tajam.

Aksi protes meluas ke beberapa kota lainnya dan berkembang menjadi gerakan lebih luas yang menantang pemerintahan teokratis yang berkuasa di Iran sejak revolusi tahun 1979 silam.

Bukannya mereda, aksi demo semakin diwarnai kerusuhan dan kekerasan. Sementara itu, kepala hak asasi manusia PBB mengaku terkejut dengan meningkatnya kekerasan oleh pasukan keamanan Iran terhadap para demonstran. Dia menegaskan kekerasan tersebut tidak boleh berlanjut.

“Siklus kekerasan mengerikan ini tidak dapat berlanjut. Rakyat Iran dan tuntutan mereka untuk keadilan, kesetaraan, dan kebenaran harus didengar,” kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh juru bicara kantor hak asasi manusia PBB, Jeremy Laurence.

Sementara itu Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyerukan warganya di Iran untuk segera meninggalkan negara itu. Hal ini disampaikan seiring Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan opsi-opsinya terhadap Iran.

“Tinggalkan Iran sekarang juga,” kata Kedutaan Besar virtual AS untuk Iran dalam sebuah peringatan keamanan pada hari Senin (12/1), mendesak warga negara AS untuk merencanakan keberangkatan dari Iran tanpa bantuan dari pemerintah AS.

Para staf Kedutaan Besar Prancis di Iran pun telah meninggalkan negara tersebut, saat unjuk rasa antipemerintah besar-besaran meluas dan diwarnai kerusuhan. Mereka yang telah meninggalkan Teheran, ibu kota Iran, merupakan para staf non-esensial.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia

7 August 2026 - 15:13 WIB

Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir

7 August 2026 - 15:08 WIB

Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI

7 August 2026 - 15:00 WIB

Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya

7 August 2026 - 14:57 WIB

Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta

7 August 2026 - 14:53 WIB

Trending on Kabar Lifestyle