Menu

Dark Mode
Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

Kabar Lifestyle

Iran Makin Mengkhawatirkan, Ribuan Korban Berjatuhan

badge-check


					Protes anti pemerintah di Iran. Foto: via REUTERS/Stringer Perbesar

Protes anti pemerintah di Iran. Foto: via REUTERS/Stringer

Teheran – Aksi protes terhadap pemerintah di Iran semakin mengkhawatirkan. Hingga kini dilaporkan sudah lebih dari 2 ribu orang tewas dalam demo besar-besaran yang dimulai sejak bulan lalu.

Dilansir detikNews dari Al Arabiya dan Reuters, Selasa (13/1/2026), jumlah orang tewas itu dilaporkan oleh pejabat Iran yang tak disebutkan namanya. Jatuhnya korban jiwa disebutkan merupakan ulah para “teroris”.

Untuk diketahui, awal mula gelombang protes di Iran terjadi pada 28 Desember lalu di area Grand Bazaar Teheran. Mereka memprotes perekonomian yang memburuk, ditandai dengan mata uang Rial Iran mengalami depresiasi tajam.

Aksi protes meluas ke beberapa kota lainnya dan berkembang menjadi gerakan lebih luas yang menantang pemerintahan teokratis yang berkuasa di Iran sejak revolusi tahun 1979 silam.

Bukannya mereda, aksi demo semakin diwarnai kerusuhan dan kekerasan. Sementara itu, kepala hak asasi manusia PBB mengaku terkejut dengan meningkatnya kekerasan oleh pasukan keamanan Iran terhadap para demonstran. Dia menegaskan kekerasan tersebut tidak boleh berlanjut.

“Siklus kekerasan mengerikan ini tidak dapat berlanjut. Rakyat Iran dan tuntutan mereka untuk keadilan, kesetaraan, dan kebenaran harus didengar,” kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh juru bicara kantor hak asasi manusia PBB, Jeremy Laurence.

Sementara itu Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyerukan warganya di Iran untuk segera meninggalkan negara itu. Hal ini disampaikan seiring Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan opsi-opsinya terhadap Iran.

“Tinggalkan Iran sekarang juga,” kata Kedutaan Besar virtual AS untuk Iran dalam sebuah peringatan keamanan pada hari Senin (12/1), mendesak warga negara AS untuk merencanakan keberangkatan dari Iran tanpa bantuan dari pemerintah AS.

Para staf Kedutaan Besar Prancis di Iran pun telah meninggalkan negara tersebut, saat unjuk rasa antipemerintah besar-besaran meluas dan diwarnai kerusuhan. Mereka yang telah meninggalkan Teheran, ibu kota Iran, merupakan para staf non-esensial.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop

21 September 2026 - 20:44 WIB

SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September

21 September 2026 - 20:38 WIB

Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan

21 September 2026 - 20:34 WIB

Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana

21 September 2026 - 20:30 WIB

Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas

21 September 2026 - 20:26 WIB

Trending on Kabar Lifestyle