Menu ✖

Dark Mode
Pemkot Bogor Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometerologi Basah Soft Tenis Kabupaten Bogor Bidik Dua Emas Nomor Tunggal Putra dan Putri ‎ DPRD Desak Diskominfo Bergerak Cepat, Perangi Judi Online dari Akarnya Libas KBB, Basket Kota Bogor Berebut Tiket Semifinal Lawan Kabupaten Bandung Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya

Kabar Lifestyle

Iran Makin Mengkhawatirkan, Ribuan Korban Berjatuhan

badge-check


					Protes anti pemerintah di Iran. Foto: via REUTERS/Stringer Perbesar

Protes anti pemerintah di Iran. Foto: via REUTERS/Stringer

Teheran – Aksi protes terhadap pemerintah di Iran semakin mengkhawatirkan. Hingga kini dilaporkan sudah lebih dari 2 ribu orang tewas dalam demo besar-besaran yang dimulai sejak bulan lalu.

Dilansir detikNews dari Al Arabiya dan Reuters, Selasa (13/1/2026), jumlah orang tewas itu dilaporkan oleh pejabat Iran yang tak disebutkan namanya. Jatuhnya korban jiwa disebutkan merupakan ulah para “teroris”.

Untuk diketahui, awal mula gelombang protes di Iran terjadi pada 28 Desember lalu di area Grand Bazaar Teheran. Mereka memprotes perekonomian yang memburuk, ditandai dengan mata uang Rial Iran mengalami depresiasi tajam.

Aksi protes meluas ke beberapa kota lainnya dan berkembang menjadi gerakan lebih luas yang menantang pemerintahan teokratis yang berkuasa di Iran sejak revolusi tahun 1979 silam.

Bukannya mereda, aksi demo semakin diwarnai kerusuhan dan kekerasan. Sementara itu, kepala hak asasi manusia PBB mengaku terkejut dengan meningkatnya kekerasan oleh pasukan keamanan Iran terhadap para demonstran. Dia menegaskan kekerasan tersebut tidak boleh berlanjut.

“Siklus kekerasan mengerikan ini tidak dapat berlanjut. Rakyat Iran dan tuntutan mereka untuk keadilan, kesetaraan, dan kebenaran harus didengar,” kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh juru bicara kantor hak asasi manusia PBB, Jeremy Laurence.

Sementara itu Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyerukan warganya di Iran untuk segera meninggalkan negara itu. Hal ini disampaikan seiring Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan opsi-opsinya terhadap Iran.

“Tinggalkan Iran sekarang juga,” kata Kedutaan Besar virtual AS untuk Iran dalam sebuah peringatan keamanan pada hari Senin (12/1), mendesak warga negara AS untuk merencanakan keberangkatan dari Iran tanpa bantuan dari pemerintah AS.

Para staf Kedutaan Besar Prancis di Iran pun telah meninggalkan negara tersebut, saat unjuk rasa antipemerintah besar-besaran meluas dan diwarnai kerusuhan. Mereka yang telah meninggalkan Teheran, ibu kota Iran, merupakan para staf non-esensial.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam

5 November 2026 - 22:10 WIB

Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya

5 November 2026 - 22:07 WIB

Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam

5 November 2026 - 22:04 WIB

Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026

5 November 2026 - 22:02 WIB

Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar

5 November 2026 - 21:57 WIB

Trending on Kabar Lifestyle