Menu

Dark Mode
Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot ​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial Santuni 200 Yatim dan Dhuafa, PWI Makin Nyata Bermanfaat untuk Warga

Kabar Lifestyle

Video Detik-detik Penemuan Spesies Baru Anaconda Raksasa Amazon

badge-check


					Video Detik-detik Penemuan Spesies Baru Anaconda Raksasa Amazon Foto: National Geographic Perbesar

Video Detik-detik Penemuan Spesies Baru Anaconda Raksasa Amazon Foto: National Geographic

Jakarta – Sebuah rekaman video eksklusif baru saja dirilis, memperlihatkan momen mendebarkan ketika para ilmuwan dan aktor ternama Will Smith berhadapan langsung dengan spesies anaconda raksasa yang baru ditemukan di hutan Amazon.

Penemuan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan bukti ilmiah yang memecahkan sejarah biologi. Video tersebut menjadi bagian dari seri dokumenter terbaru National Geographic bertajuk “Pole to Pole with Will Smith”.

Momen Menegangkan di Sungai Amazon

Dalam tayangan tersebut, penonton diajak masuk ke Wilayah Baihuaeri Waorani di hutan hujan Amazon Ekuador. Momen ini direkam saat ekspedisi pengambilan sampel pada tahun 2022 untuk studi genetika ular.

Terlihat ahli toksikologi Profesor Bryan Fry dari The University of Queensland, Australia, bersama Will Smith menyusuri sungai keruh menggunakan perahu kano, dipandu oleh masyarakat adat Waorani.

Ketegangan memuncak ketika kelompok tersebut melihat seekor anaconda raksasa sedang beristirahat di lahan terbuka tepi sungai. Tanpa ragu, pemandu Waorani melompat dan memiting kepala ular tersebut agar tim peneliti bisa mengambil sampel darah dan sisiknya.

“Ada bahaya gigitan,” ujar salah satu pemandu dalam video tersebut. Meski tidak berbisa, anaconda adalah constrictor yang membunuh dengan melilit dan meremukkan mangsa. Spesimen betina yang tertangkap kamera itu diperkirakan memiliki panjang antara 4,9 hingga 5,2 meter.

Terpecah Menjadi Dua Spesies Berbeda

Dikutip Live Science, hasil analisis dari sampel yang diambil dalam ekspedisi menegangkan tersebut membawa temuan mengejutkan. Anaconda hijau (Green Anaconda), yang selama ini dianggap hanya satu spesies, ternyata secara genetika terdiri dari dua spesies berbeda.

Para ilmuwan kini mengklasifikasikannya menjadi:

Eunectes murinus: Anaconda hijau selatan (yang sudah dikenal sebelumnya).

Eunectes akayima: Anaconda hijau utara (spesies baru yang ditemukan).

“Menemukan spesies baru sering kali bukanlah hasil pencarian aktif, melainkan proses ilmiah yang ketat di mana keberuntungan juga berperan,” ungkap Profesor Fry kepada Live Science.

Data menunjukkan bahwa kedua spesies ini berpisah jalur evolusi sekitar 10 juta tahun yang lalu. Perbedaan DNA mereka mencapai 5,5 persen. Sebagai perbandingan, perbedaan DNA antara manusia dan simpanse saja hanya sekitar 2 persen.

Habitat dan Pola Makan yang Berbeda

Sesuai namanya, Eunectes akayima atau anaconda hijau utara mendiami cekungan Amazon bagian utara, meliputi Ekuador, Kolombia, Venezuela, hingga Guyana. Sementara kerabat selatannya mendiami wilayah Brasil, Peru, dan Bolivia.

Profesor Fry juga menyoroti fakta menarik mengenai dimorfisme seksual ular ini. Anaconda betina tumbuh jauh lebih besar daripada jantan. Hal ini membuat pola makan mereka berbeda drastis.

Betina memangsa hewan herbivora besar seperti rusa, sementara anaconda jantan lebih banyak memakan ikan predator dan caiman. Perbedaan menu makanan ini ternyata berdampak pada kesehatan ular itu sendiri.

Penelitian ini juga mengungkap sisi gelap pencemaran lingkungan di Amazon. Karena anaconda jantan memakan ikan predator, mereka mengakumulasi lebih banyak logam berat dari air sungai yang tercemar, seperti akibat tumpahan minyak.

“Konsentrasi logam berat kadmium dan timbal pada jantan lebih dari 1.000 persen lebih tinggi dibandingkan betina,” jelas Fry. “Itu bukan perbedaan kecil. Itu adalah sinyal peringatan.”

Temuan ini kemudian digunakan Fry untuk menyusun panduan kesehatan bagi masyarakat Waorani. Ia merekomendasikan agar ibu hamil dan anak-anak menghindari konsumsi ikan predator tingkat atas seperti arapaima dan arowana karena risiko kontaminasi yang tinggi.

Video lengkap pertemuan dengan “monster” sungai Amazon ini dapat disaksikan dalam seri “Pole to Pole with Will Smith” yang tayang perdana pada 13 Januari di National Geographic, serta tersedia secara streaming di Disney+ dan Hulu mulai 14 Januari.

Sumber: detik.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah

10 March 2026 - 22:37 WIB

Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia

7 March 2026 - 21:26 WIB

Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita

7 March 2026 - 21:20 WIB

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

7 March 2026 - 21:16 WIB

AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor

7 March 2026 - 21:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle