Menu

Dark Mode
HPN 2026 Banten Siap Digelar, PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi Laba-laba Madagascar Bikin Takjub, Buat Jaring Super Kuat hingga 25 Meter Elon Musk Satukan SpaceX dan xAI, Jadi Perusahaan Rp 20.000 T Induk ChatGPT Mau Bikin Media Sosial Bebas Bot Tantangan Tersembunyi AI di Indonesia di Tengah Akselerasi Inovasi Heboh! File Epstein Sebut Bali & Nama Indonesia, Netizen Geger

Headline

TNI dan Warga Bangun Jembatan Gantung Penghubung Dua Kecamatan di Sukabumi

badge-check


					TNI dan warga kompak bangun jembatan. (foto: puspen TNI) Perbesar

TNI dan warga kompak bangun jembatan. (foto: puspen TNI)

Sukabumi-Wujud nyata kekuatan TNI dengan rakyat kembali terlihat dalam pembangunan jembatan gantung di wilayah Koramil 2214/Surade, Kodim Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/12/2025). Pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah dan mempercepat pemulihan akses masyarakat.

Sebelumnya, jembatan lama yang menjadi akses utama warga hanyut dan rusak akibat terjangan deras Sungai Cikarang pada banjir bulan Maret 2025 lalu. Sejak saat itu, setiap hari puluhan pelajar dari kedua kampung terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi sungai dengan arus yang kuat demi bisa tetap bersekolah, karena tak memiliki pilihan lain.

Jembatan gantung sepanjang kurang lebih 50 meter yang selama ini menjadi satu-satunya penghubung benar-benar lenyap, membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan akses pendidikan, ekonomi, serta layanan kesehatan terisolasi. Jembatan gantung yang kini dibangun kembali tersebut membentang sepanjang 80 meter melintasi Sungai Cikarang dan menjadi penghubung vital antara Kampung Bojong Koneng, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, dengan Kampung Citaropong, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade.

Keberadaan jembatan ini sangat penting bagi mobilitas warga dari dua wilayah yang memiliki total lebih dari 4.400 kepala keluarga, yakni 2.437 KK di Desa Sirnasari dan 2.058 KK di Desa Mekarmukti. Selain itu, jembatan ini juga menjadi akses utama menuju 14 fasilitas pendidikan yang terdiri dari 8 PAUD, 4 SD, 1 MI, dan 1 MTs, serta 1 unit puskesmas yang melayani kebutuhan kesehatan masyarakat setempat.

Dalam proses pembangunan, prajurit TNI bahu-membahu bersama warga setempat, menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Kehadiran TNI tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga memberi rasa aman dan optimisme bagi warga yang selama ini terdampak keterbatasan akses. Masyarakat pun menyambut antusias dan turut aktif membantu pengerjaan di lapangan.

Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan dapat kembali membuka akses transportasi, memperlancar kegiatan ekonomi, pendidikan, serta layanan kesehatan masyarakat. Sinergi yang terbangun antara TNI, pemerintah, dan rakyat dalam proses pembangunan ini menjadi cerminan nyata kekuatan gotong royong bangsa Indonesia. Kebersamaan tersebut menjadi pondasi penting dalam membangun kembali infrastruktur wilayah tersebut, mempercepat pemulihan kehidupan sosial masyarakat, sekaligus memperkokoh persatuan dan ketahanan nasional. Saefulloh

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

HPN 2026 Banten Siap Digelar, PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi

3 February 2026 - 13:01 WIB

Kepala BNN RI Dukung Penguatan Koordinasi Nasional

2 February 2026 - 09:17 WIB

Jalan Batutulis Retak, Dedie Rachim Instruksikan Tutup Jalur Sepeda Motor

30 January 2026 - 18:56 WIB

Kasum TNI Tinjau Pembangunan Huntara-Huntap di Tapanuli Selatan

30 January 2026 - 18:17 WIB

​TPT Ambruk di Kota Bogor, 1 Warga Bondongan Meninggal Dunia

29 January 2026 - 22:55 WIB

Trending on Headline