Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Headline

TNI dan Warga Bangun Jembatan Gantung Penghubung Dua Kecamatan di Sukabumi

badge-check


					TNI dan warga kompak bangun jembatan. (foto: puspen TNI) Perbesar

TNI dan warga kompak bangun jembatan. (foto: puspen TNI)

Sukabumi-Wujud nyata kekuatan TNI dengan rakyat kembali terlihat dalam pembangunan jembatan gantung di wilayah Koramil 2214/Surade, Kodim Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (4/12/2025). Pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah dan mempercepat pemulihan akses masyarakat.

Sebelumnya, jembatan lama yang menjadi akses utama warga hanyut dan rusak akibat terjangan deras Sungai Cikarang pada banjir bulan Maret 2025 lalu. Sejak saat itu, setiap hari puluhan pelajar dari kedua kampung terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi sungai dengan arus yang kuat demi bisa tetap bersekolah, karena tak memiliki pilihan lain.

Jembatan gantung sepanjang kurang lebih 50 meter yang selama ini menjadi satu-satunya penghubung benar-benar lenyap, membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan akses pendidikan, ekonomi, serta layanan kesehatan terisolasi. Jembatan gantung yang kini dibangun kembali tersebut membentang sepanjang 80 meter melintasi Sungai Cikarang dan menjadi penghubung vital antara Kampung Bojong Koneng, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, dengan Kampung Citaropong, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade.

Keberadaan jembatan ini sangat penting bagi mobilitas warga dari dua wilayah yang memiliki total lebih dari 4.400 kepala keluarga, yakni 2.437 KK di Desa Sirnasari dan 2.058 KK di Desa Mekarmukti. Selain itu, jembatan ini juga menjadi akses utama menuju 14 fasilitas pendidikan yang terdiri dari 8 PAUD, 4 SD, 1 MI, dan 1 MTs, serta 1 unit puskesmas yang melayani kebutuhan kesehatan masyarakat setempat.

Dalam proses pembangunan, prajurit TNI bahu-membahu bersama warga setempat, menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Kehadiran TNI tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga memberi rasa aman dan optimisme bagi warga yang selama ini terdampak keterbatasan akses. Masyarakat pun menyambut antusias dan turut aktif membantu pengerjaan di lapangan.

Pembangunan jembatan gantung ini diharapkan dapat kembali membuka akses transportasi, memperlancar kegiatan ekonomi, pendidikan, serta layanan kesehatan masyarakat. Sinergi yang terbangun antara TNI, pemerintah, dan rakyat dalam proses pembangunan ini menjadi cerminan nyata kekuatan gotong royong bangsa Indonesia. Kebersamaan tersebut menjadi pondasi penting dalam membangun kembali infrastruktur wilayah tersebut, mempercepat pemulihan kehidupan sosial masyarakat, sekaligus memperkokoh persatuan dan ketahanan nasional. Saefulloh

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION

15 July 2026 - 16:05 WIB

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

Trending on Headline