Menu

Dark Mode
HPN 2026, PWI Kota Bogor Buka 3 Layanan Publik Sekaligus Gua Tersegel 40 Ribu Tahun Dibuka, Ungkap Neanderthal Sudah Canggih TikTok Bantah Rumor Terkait Tokopedia, Tegaskan Komitmen Operasional Apple Uji Coba Layar Lipat Tangguh untuk iPhone Fold Nonton di IndoXXI dan LK21 Bisa Kuras Rekening, Ini Link Aman Kapolresta Kota Bogor dan Dandim Ajak Wartawan Kompak Amankan Kota Bogor

Kabar Bogor

Debit Air Meningkat, Jembatan Muarasari Ambruk

badge-check


					Debit Air Meningkat, Jembatan Muarasari Ambruk Perbesar

Intensitas hujan yang meningkat, tak hanya membuat terhambatnya berbagai aktivitas masyarakat. Debit air yang mengalami kenaikan, juga menyebabkan jembatan yang terletak di Gang Warung Pala, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, ambruk tak bersisa.

Akibatnya, akses jembatan penghubung antar dua wilayah RW 07 dengan RW 02 tersebut terputus tidak bisa dilewati warga dan pengendara. Pantauan di lokasi, ambruknya jembatan tersebut terjadi pada bangunan yang berada di wilayah RW02. Sehingga kondisi konstruksi jembatan yang berada di wilayah RW07 menjadi miring.

Salah satu warga RT01 RW07, Riayadi Anwar (60) mengatakan, peristiwa ambruknya jembatan tersebut terjadi sekira pukul 08.00 WIB. Awalnya, ia dikejutkan dengan mendengar suara keras di lokasi jembatan yang hanya selemparan baru dari rumahnya. “Kejadian tadi pagi jam 8. Saya lagi di dalam rumah, tiba-tiba ada suara bruk. Pas dilihat jembatan itu ambruk,” ujarnya, Senin (27/2/2023).

Riayadi mengungkapkan, bahwa kondisi bawah jembatan sudah terjadi pengikisan yang disebabkan air kali Cibalok. Kondisi itupun sudah dilaporkannya ke aparatur setempat. “Memang bawahnya itu sudah terkikis. Sudah dilaporkan juga setahun lalu ke kelurahan dan kecamatan,” katanya.

Sementara itu, Lurah Mauarasari Mugi Mulyawan mengatakan, jembatan penghubung antar wilayah RW07 dengan RW02 ini merupakan akses aktif yang banyak dilewati oleh warga maupun pengendara mobil dan motor.

Namun jembatan tersebut memang sudah lama tidak diperuntukkan untuk dilintasi mobil, lantaran bagian bawahnya dikhawatirkan tidak mampu menahan beban berat akibat longsor. “Sebenarnya jembatan ini sudah lama ditutup untuk kendaraan roda empat, karena bencana terdahulu, sempat tergerus longsor juga, jadi hanya dilalui oleh roda dua dan pejalan kaki,” paparnya.

Mugi menduga ambruknya jembatan itu disebabkan derasnya aliran air kali Cibalok saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. “Tadi pagi dengan curah hujan cukup tinggi, aliran kali Cibalok cukup deras menyebabkan jembatan ini ambruk, sehingga akses terputus total,” ujarnya.

Sebetulnya, kata Mugi, jembatan ini akan diperbaiki di tahun ini oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Karena kondisi ini, rencananya perbaikan jembatan itu akan dipercepat.

“Sebenarnya jembatan ini sudah teranggarkan perbaikan nya di tahun ini di DPUPR, tapi dikarenakan terjadi bencana seperti ini mungkin untuk perbaikannya akan dipercepat. Tadi dari DPUPR sudah datang ke sini,” ungkapnya.

Saat ini, terang Mugi, untuk aktivitas warga setempat bisa menggunakan akses jalan lain, yakni Jalan Agus Tailor maupun kompleks Kehutanan Tulus Rejo. “Di lokasi juga sudah kami pasang garis pembatas,” pungkasnya. (Rb. Adhiyaksa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

HPN 2026, PWI Kota Bogor Buka 3 Layanan Publik Sekaligus

7 February 2026 - 20:03 WIB

Kapolresta Kota Bogor dan Dandim Ajak Wartawan Kompak Amankan Kota Bogor

6 February 2026 - 22:39 WIB

Pengurus Gudep SDN Papandayan Dilantik, Ini Pesan Ka Kwarcab Kota Bogor

6 February 2026 - 22:25 WIB

Peduli Lingkungan, PMC dan Kecamatan Bojonggede Tanam Pohon

5 February 2026 - 13:17 WIB

Pinjam Pakai Eks Kantor Imigrasi, Pemkot Bogor Teken Perjanjian

4 February 2026 - 19:58 WIB

Trending on Kabar Bogor