Menu

Dark Mode
Kisah Eks Pegawai Ungkap Microsoft Bantu Israel Genosida Palestina Tembok Hijau China Bikin Pohon Tumbuh Lebih Cepat, Kok Bisa? Krisis RAM Sampai ke Meja Hijau, 3 Perusahaan Diduga Kartel Harga BMKG: Es Abadi Puncak Jaya Papua Berpotensi Hilang Total Akhir 2026 AI Tak Akurat Bikin Salah Tangkap Orang dan Dipenjara Berbulan-bulan Sampai Kapan Fenomena Bediding Landa Jawa Timur? Ini Prediksi BMKG

Headline

Masuk Kota Bogor, Santri Wajib Tes PCR

badge-check


					Masuk Kota Bogor, Santri Wajib Tes PCR Perbesar

Santri yang hendak kembali ke pesantren di Kota Bogor, diwajibkan untuk menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) terlebih dahulu. Hal tersebut disampaikan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya, mengantisipasi penyebaran Covid-19 di pondok pesantren (ponpes).

“Saya  perintahkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan PCR kepada semua santri yang berasal dari luar Kota Bogor, jelang rencana pembelajaran tatap muka. Ingat PCR, bukan antigen,” kata Bima.

Bima juga meminta Camat mendata semua santri dari luar kota, agar mudah mentracking,” katanya.

Bima mengaku, saat ini tren angka kasus Covid-19 di Kota Bogor kembali naik, dan salah satunya disebabkan penularan dari luar Kota Bogor, baik itu mudik, kerja dan sebagainya.

“Saya ingatkan kembali agar tidak kendur menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sebab, orang yang sudah divaksin pun tidak menutup kemungkinan terpapar,” tegasnya.

Sementara itu Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menekankan, manajemen risiko dan manajemen krisis sebagai pondasi penanganan. Ada Peraturan Wali Kota Bogor (Perwali) Nomor 7, 17 dan 38 yang harus dipedomani bersama.

“Di Perwali 38 ada kata kunci tracing PPKM. WHO menyatakan, pandemi itu bukan hanya keparahan penyakit, tetapi tentang sebaran geografis. Apabila ada sebaran geografis maka dinyatakan gagal. Kelebihan kita dengan daerah lain kita punya PPKM RW, para camat dan lurah tolong aktifkan,” ujarnya.

Bahkan jika perlu kata Kapolresta, tidak hanya tracing tingkat RW, tetapi memetakan hingga rumah ke rumah untuk menyiapkan rencana terburuk. Pasalnya, perkembangan penularan bisa sangat cepat.

“Setidaknya kita punya rencana terburuk dan siap. Misalnya ada rumah zona merah apabila ada yang positif, tidak boleh ada yang keluar. Ada rumah zona oranye, kuning dan hijau,” tuturnya.

penulis pratama

editor Herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

KADIN dan PWI Kota Bogor Siap Kolaborasi Majukan UMKM

3 July 2026 - 14:10 WIB

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat

2 July 2026 - 19:20 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80, Dedie Rachim Apresiasi Polresta Bogor Kota

1 July 2026 - 23:00 WIB

Rakernas APEKSI, Momentum Pemkot Bogor Perkuat Kolaborasi dan Promosikan Potensi Daerah

1 July 2026 - 22:48 WIB

Cek Progres Jembatan Paledang–Pasir Jaya, JM: Pembangunan Berjalan Positif

1 July 2026 - 22:42 WIB

Trending on Kabar Bogor