Menu

Dark Mode
Kisah Eks Pegawai Ungkap Microsoft Bantu Israel Genosida Palestina Tembok Hijau China Bikin Pohon Tumbuh Lebih Cepat, Kok Bisa? Krisis RAM Sampai ke Meja Hijau, 3 Perusahaan Diduga Kartel Harga BMKG: Es Abadi Puncak Jaya Papua Berpotensi Hilang Total Akhir 2026 AI Tak Akurat Bikin Salah Tangkap Orang dan Dipenjara Berbulan-bulan Sampai Kapan Fenomena Bediding Landa Jawa Timur? Ini Prediksi BMKG

Headline

65 Santri Bina Madani Positif, Dedie: Kuncinya Prokes Ketat

badge-check


					65 Santri Bina Madani Positif, Dedie: Kuncinya Prokes Ketat Perbesar

Paska diketahui 65 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Bina Madani di RW 12 Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, Wakil Wali Kota Bogor menegaskan jika penularan itu terjadi karena kurang dijalankannya prokes (protokol kesehatan).

“Sekarang terbukti kalau kita tidak hati – hati, tidak ada prokes ketat, risikonya ada paparan. Baik di jalan, kendaraan umum, tempat asal, dan lain – lain,” jelas Dedie.

Dengan adanya kasus ini, lanjut Dedie, berpengaruh besar dengan proses uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang saat ini masih berlangsung.

“Kegiatan di ponpes tersebut ditutup dan ditiadakan sementara. Termasuk kegiatan peribadatan yang melibatkan warga itu dikurangi atau bahkan dibatasi. Kita sedang melakukan tracing lagi untuk mereka yang melakukan kontak erat dengan santri. Terutama selama dalam proses perjalanan dari daerah asal masing – masing sampai ke Bogor,” jelas Dedie.

Sebelumnya  penghuni Pondok Pesantren Bina Madani yang berjumlah 453 orang,  terdiri atas 176 orang santri putri, 222 orang santri putra, pengurus putri 34 orang, dan pengurus putra 21 orang , melakukan test Swab PCR massal yang dilakukan sehari sebelumnya,  Minggu (6/6/2021).

Diketahui ada 65 kasus positif saat ini,   56 orang dirawat di BPKP Ciawi, 8 orang diisolasi di rumah serta 1 orang masih di pesantren dan sedang dievakuasi.

“Hari ini kita mendapatkan update dari 454 orang yang sudah diswab test PCR, ada 33 santri yang terkonfirmasi positif. Jadi menambah dari yang sebelumnya ada 32 santri  yang dirawat di pusat isolasi di BPKP Ciawi. Dari 33 kasus penambahan tersebut, 20 merupakan santri putra. Sisanya adalah 13 santri wanita.” katanya

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya yang juga Wali Kota Bogor menambahkan, 33 santri yang baru terkonfirmasi Covid segera diisolasi dan ponpes ditutup sementara.

“Kita siapkan logistik, posko gabungan, vitaminnya dan sebagainya,” kata Bima.

Dari dua klaster (Griya Melati dan Bina Madani) kata Wali Kota Bogor ini, maka dapat disimpulkan penularan itu terjadi akibat perjalanan dari luar kota.

“Saya perintahkan lurah dan camat bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) mendata mana saja pesantren yang akan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Tes PCR wajib bagi semua, sebelum tatap muka,” tegasnya.

penulis pratama

editor Herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

KADIN dan PWI Kota Bogor Siap Kolaborasi Majukan UMKM

3 July 2026 - 14:10 WIB

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat

2 July 2026 - 19:20 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80, Dedie Rachim Apresiasi Polresta Bogor Kota

1 July 2026 - 23:00 WIB

Rakernas APEKSI, Momentum Pemkot Bogor Perkuat Kolaborasi dan Promosikan Potensi Daerah

1 July 2026 - 22:48 WIB

Cek Progres Jembatan Paledang–Pasir Jaya, JM: Pembangunan Berjalan Positif

1 July 2026 - 22:42 WIB

Trending on Kabar Bogor