Turap yang berada RT5/13 Cemplang Kelurahan Cilendek Barat ambrol. Akibatnya warga khawatir terjadi longsor susulan paska ambrolnya turap tersebut. Sayangnya warga bingung mau mengadu kemana, lantaran kontraktor yang membangunnya saja tidak tahu.
“Kita mau koordinasi soal ambrolnya turap ini bingung mau ke siapa. Karena tak ada papan proyek di sekitar lokasi. Bahkan, pihak kelurahan pun tidak tahu menahu siapa yang mengerjakan pembangunan itu. Meski sekarang ini ada pekerja lagi yang datang untuk rapih-rapih,” jelas Ketua LPM Cilendek Barat H Suparman, kepada wartawan, Kamis (11/4).

Suparman yang juga menjabat Ketua Forum LPM se-Bogor Barat ini mengingatkan kontraktor yang mengerjakan proyek dari APBD, seperti turap ini jangan main-main atau sembarangan. Mereka harus ikuti aturan main yang ada, seperti memasang plang proyek dan berkoordinasi dengan aparatur wilayah.
“Kalau ini membingungkan. Kita lapor ke kelurahan, mereka tidak tahu. Ke RT atau RW setempat, juga tak ada yang hafal. Sebenarnya ini proyek keluar dari dinas mana di Pemkot Bogor,” tekannya.
Ia berharap, dalam waktu dekat proyek turap ini bisa diselesaikan sesuai spek yang ada, karena pembangunan ini penting untuk warga.
Reporterpratama













