Menu

Dark Mode
Serang Diego Garcia, Rudal Iran Mungkin Lebih Seram dari Perkiraan Ini Rudal Majid Iran yang Rontokkan Jet Siluman Amerika Google Ungkap Cara Sideloading Baru di Android, Harus Tunggu 24 Jam Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series 1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri Tiba-tiba Ngetweet, Cristiano Ronaldo: Eid Mubarak Semuanya!

Kabar Bogor

Buntut Tertangkapnya Pelajar Setengah Telanjang, Apartemen Ini Terancam Disegel

badge-check


					Buntut Tertangkapnya Pelajar Setengah Telanjang, Apartemen Ini Terancam Disegel Perbesar

Tertangkapnya dua Pekerja Seks Komersial (PSK) berstatus pelajar yang diduga masuk jaringan prostitusi online di salahsatu apartemen di kawasan soleh iskandar,  ditindaklanjuti Satpol PP Kota Bogor dengan menyerahkan ranah pidananya ke kepolisian.

Menurut Kepala Satpol PP Kota Bogor Herry Karnadi, ranah pidananya diserahkan ke pihak kepolisian, namun satuan penegak perda akan memanggil pengelola dan pihak managemen apartemen untuk diminta keterangan terkait pelanggaran peraturan daerahnya.

Apartemen BV secara fungsi huniannya tidak ada pelanggaran, tapi jika disewakan untuk kegiatan yang salah.

“Ini kan disewakan harian untuk kegiatan transaksi prostitusi jelas salah. Kegiatan tersebut melanggar  perda 8 tahun 2006 ketertiban umum (tibum) pasal 18 ayat 2. Sanksinya bisa dilakukan polisional, disegel, denda maksimal Rp 50 juta dan kurungan selama 3 bulan. Kalau ada pelanggaran kita tindak tegas, bahkan bisa saja disegel,” kata Herry, Kamis (18/10/2018).

Sebelumnya, Walikota Bogor Bima Arya melakukan penggerebekan dugaan praktik prostitusi yang melibatkan pelajar perempuan di sebuah apartemen BV di Kota Bogor, Rabu (17/10/2018) sore.

Bima Arya mengaku geram dan menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor untuk membentuk tim guna menyelidiki kebenaran laporan warga tersebut. Bima Arya bersama Kasatpol PP Heri Karnadi, Polsek Tanah Sareal kemudian menggerebek sebuah kamar di lantai 18 tower A hunian vertikal itu. Saat menggerebek, didapati dua remaja perempuan dengan satu diantaranya sudah tidak berbusana.

“Berdasarkan pengakuan mereka, tarifnya Rp750 ribu untuk sekali main atau short time. Yang lebih mengejutkan ditemukan alat untuk penggunaan narkoba dan obat keras. Jadi kemungkinan ada praktek narkotika juga selain prostitusi,” ungkap Bima. reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Libur Lebaran 1447 H, Ini Layanan Dinkes Kota Bogor

17 March 2026 - 10:24 WIB

Yantie Rachim Serukan Masyarakat Perkuat Semangat Berbagi kepada Anak Yatim

13 March 2026 - 09:55 WIB

Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas

12 March 2026 - 20:55 WIB

Kwarran Bogor Barat Gelar Ramadan Fest 2026

12 March 2026 - 11:27 WIB

Balkot Ramadan Festival 2026 Resmi Dibuka, UMKM dan Layanan Publik Hadir di Balai Kota

12 March 2026 - 10:36 WIB

Trending on Kabar Bogor