Menu ✖

Dark Mode
Libas KBB, Basket Kota Bogor Berebut Tiket Semifinal Lawan Kabupaten Bandung Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar

Kabar Bogor

Buntut Tertangkapnya Pelajar Setengah Telanjang, Apartemen Ini Terancam Disegel

badge-check


					Buntut Tertangkapnya Pelajar Setengah Telanjang, Apartemen Ini Terancam Disegel Perbesar

Tertangkapnya dua Pekerja Seks Komersial (PSK) berstatus pelajar yang diduga masuk jaringan prostitusi online di salahsatu apartemen di kawasan soleh iskandar,  ditindaklanjuti Satpol PP Kota Bogor dengan menyerahkan ranah pidananya ke kepolisian.

Menurut Kepala Satpol PP Kota Bogor Herry Karnadi, ranah pidananya diserahkan ke pihak kepolisian, namun satuan penegak perda akan memanggil pengelola dan pihak managemen apartemen untuk diminta keterangan terkait pelanggaran peraturan daerahnya.

Apartemen BV secara fungsi huniannya tidak ada pelanggaran, tapi jika disewakan untuk kegiatan yang salah.

“Ini kan disewakan harian untuk kegiatan transaksi prostitusi jelas salah. Kegiatan tersebut melanggar  perda 8 tahun 2006 ketertiban umum (tibum) pasal 18 ayat 2. Sanksinya bisa dilakukan polisional, disegel, denda maksimal Rp 50 juta dan kurungan selama 3 bulan. Kalau ada pelanggaran kita tindak tegas, bahkan bisa saja disegel,” kata Herry, Kamis (18/10/2018).

Sebelumnya, Walikota Bogor Bima Arya melakukan penggerebekan dugaan praktik prostitusi yang melibatkan pelajar perempuan di sebuah apartemen BV di Kota Bogor, Rabu (17/10/2018) sore.

Bima Arya mengaku geram dan menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor untuk membentuk tim guna menyelidiki kebenaran laporan warga tersebut. Bima Arya bersama Kasatpol PP Heri Karnadi, Polsek Tanah Sareal kemudian menggerebek sebuah kamar di lantai 18 tower A hunian vertikal itu. Saat menggerebek, didapati dua remaja perempuan dengan satu diantaranya sudah tidak berbusana.

“Berdasarkan pengakuan mereka, tarifnya Rp750 ribu untuk sekali main atau short time. Yang lebih mengejutkan ditemukan alat untuk penggunaan narkoba dan obat keras. Jadi kemungkinan ada praktek narkotika juga selain prostitusi,” ungkap Bima. reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kemenko Kumham Imipas Apresiasi Capaian Reformasi Hukum di Kota Bogor

5 November 2026 - 14:41 WIB

43 Pejabat Dikukuhkan, Denny Mulyadi Minta Pelayanan RSUD Terus Ditingkatkan

4 November 2026 - 14:51 WIB

Ketua Kontingen Kota Bogor Beri Dukungan kepada Atlet Pencak Silat

4 November 2026 - 14:48 WIB

Dedie Rachim: Kendaraan Listrik Jadi Peluang Besar Dukung Kota Ramah Lingkungan

3 November 2026 - 18:43 WIB

DIY Punya 14 Titik Potensi Bencana, DPRD DIY Minta Sistem Peringatan Dini Diperkuat

3 November 2026 - 17:46 WIB

Trending on Kabar Bogor