Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Kabar Politik

Pesan Dedie, Beda Pilihan Jaga Persatuan

badge-check


					Pesan Dedie, Beda Pilihan Jaga Persatuan Perbesar

Calon Wakil Walikota Bogor nomor urut 3, Dedie A Rachim inginkan kontestasi pemilihan kepala daerah di kota hujan ini berjalan dengan damai. Hal itu dikatakan lantaran belakangan kerap terjadi peristiwa ujaran kebencian (hate speach) melalui media sosial.

Menurut mantan pejabat Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) itu, sejak awal ia bersama pasangannya, Bima Arya telah berkomitmen untuk menjaga kondusifitas selama proses kampanye berlangsung. Dedie memaklum jika masayarakat mempunyai pandangan tersendiri terhadapa paaangan calon kepala daerah.

Oleh sebab itu, ia meminta agar seluruh warga Kota Bogor tetap menjaga kerukunan selama proses kampanye yang berlangsung hingga akhir Juni mendatang.

“Saya dan Pak Bima menginginkan proses Pilkada berjalan dengan damai. Memang pencoblosan masih lama, yaitu tanggal 27 Juni. Selama proses ke pencoblosan ada kampanye, nah mudah-mudahan semua warga Kencana RW 09 melaksanakan kegiatan itu dengan damai, meskipun berbeda pilihan namun harus tetap rukun dan kondusif untuk menjaga silaturahmi,” ucap Dedie dihadapan puluhan warga Kencana, RW 9, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (28/3/2018) petang.

Menurut Dedie, dirinya bersama pasangannya yakni Bima Arya sejak awal telah membuat komitmen kesepakatan selain dari pada kampanye damai. Untuk melancarkan proses tersebut, ia tak ingin warga masyarakat terpengaruh oleh ujaran-ujaran kebencian yang belakangan ini muncul di media sosial.

“Saya dan Pak Bima sudah menandatangani kesepakatan-kesepakatan. Selain proses kesepakatan kampanyenya yang damai, kami memqng tidak saling membuat hatespech (ujaran kebencian). Jadi ini yang paling penting. Pimpinan itu harus bisa menjaga kondusifitas seluruh warga. Tentu harus juga bisa diikuti oleh pasangan calon lain. Saya mengimbau kepada semuanya udah, jangan ada ujaran-ujaran kebencian. Karena perbedaan itu merupakan karunia. Jangan gara-gara berbeda warga jadi gak rukun,” papar Dedie.

Selian ujaran kebencian, Dedie juga mengimbau kepada warga agar tidak terayu oleh politik uang, berbagi sembako, atau sogokan lainnya. Sebab, hal itu tentu akan mencederai proses daripada pesta demokrasi di Indonesia.

“Nah kebetukan ada dari Panwaslu. Jadi dalam proses kampanye saat ini telah diatur oleh pemerintah dengan sedemikian rupa agar tidak terjadi adanya politik uang. Jadi semua Paslon kita harapkan hanya menjelaskan tentang visi misinya, tentang prestasinya. Jadi bukan karena ada sesuatu imbalan dibalik itu,” tandasnya.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hut ke 62, Golkar Kota Bogor Lebih Dekat dengan Warga

20 October 2026 - 20:38 WIB

Pesan Haedar Nashir di Era Prabowo – Gibran : Perbaiki Kebijakan Jangan Bikin Pemerintah Turun Wibawa

14 October 2026 - 10:37 WIB

Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda

10 October 2026 - 13:17 WIB

Hadiri Talkshow Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

9 October 2026 - 19:59 WIB

Tok, DPRD dan Pemkot Bogor Sahkan Dua Perda, Pasar Rakyat dan Adminduk

7 October 2026 - 07:52 WIB

Trending on Kabar Politik