Menu ✖

Dark Mode
Tekan Angka Stunting, Anggota Komisi IV DPRRI dan Wakil Wali Kota Bogor Bagikan Ikan Beku Toleransi Jadi Karakter Penting Warga Kota Bogor Bupati Keluarkan SE, ASN Gunungkidul Kini Wajib Belanja di Pasar Tradisional Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan

Headline

20 Jam Tatap HP, Darah di Otak Wanita Ini Membeku

badge-check


					20 Jam Tatap HP, Darah di Otak Wanita Ini Membeku Perbesar

PENGALAMAN mengerikan dialami seorang gadget freak, sebutan untuk orang yang tak bisa lepas dari gawai. Seorang wanita asal China menderita pendarahan di otak akibat terlalu lama menatap layar ponsel.
Menurut Kankan News yang dikutip Dream.co.id, Jumat 16 Maret 2018, wanita ini menatap layar ponselnya selama 20 jam tanpa henti saat melakukan perjalanan dengan kereta api.
Wanita berusia 47 tahun itu hendak pulang ke rumah setelah mudik dari kota asalnya di Henan, China. Dia naik kereta api menuju Guangzhou untuk merayakan Tahun Baru Imlek di kampungnya.
Seperti penumpang lainnya, ia menggunakan ponsel untuk membunuh rasa bosan selama perjalanan jauh yang ditempuhnya. Saat itu, kereta api penuh dengan penumpang. Hal ini membuat dia sulit bergerak. Wanita itu harus berdiri dengan posisi tubuh yang sama.
Dalam perjalanan yang berlangsung selama 20 jam itu, dia menopang dagunya dengan tangan kanannya. Begitu sampai di stasiun tujuan, wanita itu jatuh pingsan tak lama setelah turun dari kereta api. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Menurut alat pemindai CAT, terdapat beberapa gumpalan darah beku di otaknya. Dokter melakukan operasi selama tiga jam, dengan mengeluarkan gumpalan darah untuk mencegah terjadinya sumbatan. Jika tidak dilakukan operasi segera, sumbatan aliran darah ke otak akan menyebabkan kematian bagi wanita tersebut.
“Kami mengeluarkan banyak gumpalan darah, berukuran sekitar 2 sentimeter. Ukuran tersebut tidak normal karena dua kali lebih besar dari biasanya,” kata Meng Heng, ahli bedah saraf dari Rumah Sakit Terafiliasi Pertama di Universitas Jinan, Guangzhou.
“Mungkin karena dia berada dalam posisi tubuh yang sama terlalu lama, menyebabkan pembuluh darah di ujung lehernya menjadi tertekan,” kata Heng lagi.
Dalam catatan medisnya, wanita itu tidak pernah menderita penyakit kronis dan sehat sebelum kejadian. Sementara itu, wanita tersebut saat ini sedang beristirahat untuk memulihkan kesehatannya di rumah sakit, sambil sesekali bermain ponsel di waktu senggang.
***
Sumber : Dream.co.id
Foto : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara

2 October 2026 - 18:51 WIB

Hari Kedua, Asap Masih Mengepul di Trans Home Sleman

2 October 2026 - 12:14 WIB

Akses Sempit Jadi Kendala Damkar Padamkan Trans Home Sleman Sleman

1 October 2026 - 21:16 WIB

Trans Home Sleman Terbakar, Dua Orang Meninggal

1 October 2026 - 19:10 WIB

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026

22 September 2026 - 21:47 WIB

Trending on Headline