Menu

Dark Mode
Arsip Email Epstein Dirangkum Jadi Jikipedia, Akurat Nggak? Pengakuan Spotify: AI Ambil Alih Pengembangan Aplikasi WhizHack Soroti Risiko Siber Konvergensi IT dan OT BPJS Ketenagakerjaan – DMI Jakarta Selatan Soft Launching Duta BPJS Ketenagakerjaan Berbasis Keummatan Para Ilmuwan Terkait Epstein Ungkap Sisi Gelap Mengerikan Sony WF-1000XM6 Resmi di Indonesia, ANC Makin Canggih Rp 5 Jutaan

Kabar Bogor

THM Nakal Tetap Buka, Bima Geram

badge-check


					THM Nakal Tetap Buka, Bima Geram Perbesar

Kesal mendengar laporan Lips Club beroperasi kembali paska peristiwa penembakan, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, langsung menuju tempat hiburan malam (THM) di kawasan Sukasari itu tadi malam, Selasa (30/1/2018).

IMG-20180131-WA0001Dengan didampingi Dandim 0606 Letkol Arm. Doddy Suhardiman dan Kepala SKPD Kota Bogor,  Bima mendatangi dua diskotek yang ternyata memang benar masih nekat beroperasi di Kota Bogor. Yakni Lipss Club dan X-One Club.

Di Lipss, Bima Arya langsung mengecek sudut demi sudut ruangan. Ia lalu bertemu dengan pemilik Lipss Edy Susanto dan mengakui bahwa dirinya sempat mengoperasikan diskotek itu.

“Saya perintahkan Satpol PP untuk cek ke lokasi. Saya koordinasi dengan Wakapolres dan Dandim. Kita sepakat untuk meminta Lipss tidak beroperasi. Pertama, karena kita masih menjaga kondusifitas pasca kejadian kemarin. Kedua, memang izinnya kan belum ada. TDUP-nya tidak ada, izin menjual minuman beralkoholnya sudah habis. Saya minta tidak beroperasi,” tegas Bima.

Mendengar penjelasan itu, Edy pun meminta maaf dan berjanji tidak akan mengoperasikannya lagi. Ia berdalih kasihan dengan nasib karyawannya. “Saya juga minta ke Pak Wali, kenapa cuma tempat saya saja yang tidak boleh?,” kata Edy, balik bertanya.

Menurut Bima, dirinya tidak pernah membeda-bedakan tempat hiburan malam dalam melakukan tindakan. Selanjutnya, Bima bersama rombongan langsung menuju X-One Club yang jaraknya tidak jauh dengan Lipss.

Di sana, Bima Arya langsung mengecek dokumen-dokumen perizinan yang dimiliki X-One. Pengelola pun tidak bisa menunjukan dokumen yang diinginkan. “Ini coba lihat, izin menjual alkoholnya sudah habis. Izin operasinya tidak ada. Kita panggil, surat resmi untuk menutup. Dalam jangka waktu tertentu, kalau masih buka juga kita akan proses untuk disegel. Kan tinggal dua ini yang buka (Lipss dan X-One),” tandasnya.

Jadi lanjut Bima, tidak boleh ada diskotiknya, untuk izin-izin lain silahkan diajukan.

“Restoran, cafe, karaoke silahkan diajukan. Tapi nanti pemerintah kota yang memutuskan akan diberikan izin seperti apa,” tambah Bima.

Mengenai nasib karyawan, Bima Arya pun sempat berbincang dengan para karyawan diskotek. Ia menyatakan akan berdialog untuk memperhatikan lapangan pekerjaan lain bagi mereka. “Tadi saya sempat berbincang ada sekitar 40 orang karyawan, itu akan kami perhatikan. Tapi apakah pemiliknya mikir satu juta warga Bogor, apakah dia mikir anak-anak muda yang dirusak di situ. Karyawan-karyawan ini pasti kami akan perhatikan, kita akan ajak dialog, kita akan bicarakan kemungkinan mereka akan dibawa ke mana,” pungkasnya.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Denny Mulyadi: Pramuka Harus Jadi Agen Perubahan Positif

13 February 2026 - 11:32 WIB

Kerjasama Strategis, Perumda PPJ Teken Mou Bareng Kejaksaan

12 February 2026 - 22:12 WIB

Diduga Gara-gara Asmara, Seorang Pria di Bogor Bundir di Kafe

12 February 2026 - 22:05 WIB

Luncurkan Ambulance, Dedie Jenal Apresiasi PWI Kota Bogor

12 February 2026 - 08:24 WIB

Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia

10 February 2026 - 09:34 WIB

Trending on Kabar Bogor