Menu

Dark Mode
BPBD dan Kwarcab Kota Bogor Lahirkan Pramuka Tangguh Bencana Ribuan Pegiat Kebudayaan Hadiri Riung Mungpulung Kasundaan di Kebun Raya Bogor Kelurahan Baranangsiang Siap jadi Barometer Tata Kelola Wilayah Jadwal MPL ID S17 Week 4: RRQ Hoshi Vs Evos HUAWEI Mate 80 Pro Kembali, Juara Kamera dan Ketangguhan Sudah Ada Pura 80 Pro, Apa Alasan Huawei Bawa Mate 80 Pro ke RI?

Kabar Bogor

Pemkot Bogor Pangkas Perjalanan Dinas

badge-check


					Pemkot Bogor Pangkas Perjalanan Dinas Perbesar

IMG-20171207-WA0000Kota Bogor berencana mengambil langkah melakukan rasionalisasi anggaran perjalanan dinas dalam RAPBD 2018, hal tersebut terpaksa dilakukan lantaran berkurangnya kucuran Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang menjadi sumber pendapatan dana perimbangan.

Salahsatu langkah Pemerintah Kota Bogor dalam rasionalisasi anggaran, adalah dengan memangkas perjalanan dinas dalam RAPBD 2018.

Menurut Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor, Lia Kania Dewi, dalam rapat paripurna kemarin malam dengan agenda penyampaian RAPBD 2018 masih terjadi defisit Rp788 miliar. Setelah ditutup oleh pembiayaan kondisi terakhir menjadi Rp707 miliar.

Dalam kontek APBD lanjut Lia, haruslah seimbang antara pendapatan dan belanja. “Dalam proses pembahasan tentunya harus menyelesaikan angka defisit Rp707 miliar tersebut. Ada upaya kita, yakni menaikan pendapatan dan rasionalisasi belanja,” jelasnya.

Sumber pendapatan Kota Bogor, tambahnya, hampir 70 persen tergantung dari pemerintah pusat dan provinsi melalui dana perimbangan. Saat ini dana perimbangan dari pemerintah pusat untuk tahun 2018 hampir seluruh daerah termasuk kota Bogor mengalami penurunan, seperti Dana Alokasi Umum (DAU) dari semula Rp849 miliar menjadi Rp791 miliar di tahun 2017. Meski PAD mengalami peningkatan dari Rp728 miliar menjadi Rp848 miliar, penurunan itu tentunya akan berdampak kepada pendapatan daerah.

“Angka DAU Rp791 miliar inipun dalam perjalanannya belum tentu aman, bisa saja terjadi pengurangan tergantung penerimaan negara. Untuk Dana Alokasi Khusus (DAK), juga mengalami penurunan dari Rp204 miliar menjadi Rp191 miliar. Namun ada yang diasumsikan akan mengalami kenaikan sedikit dari dana bagi hasil pajak,” katanya.

Lebih lanjut Lia menambahkan, pada tahun 2018 ada agenda Pilkada dimana sesuai aturan perundangan-undangan harus didanai oleh daerah untuk KPU, Panwaslu dan sisi pengamanan. Pemkot Bogor sendiri menghibahkan dana Rp50 miliar.

“Karena ini akan berdampak pada belanja lain, jadi solusi pasti hanya dua yakni PAD didongkrak atau rasionalisasi belanja. Dan tentunya seluruh OPD juga harus melihat kembali alokasi anggaran yang bisa diefisienkan. Pak Wali kemarin bilang bahwa efisiensi bisa dari sisi perjalanan dinas,  biasa dari tiga kali menjadi satu kali,”  tandasnya.

Sebelumnya DPRD Kota Bogor dan Muspida menggelar sidang paripurna penyampaian RAPBD 2018.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPBD dan Kwarcab Kota Bogor Lahirkan Pramuka Tangguh Bencana

17 April 2026 - 19:59 WIB

Ribuan Pegiat Kebudayaan Hadiri Riung Mungpulung Kasundaan di Kebun Raya Bogor

17 April 2026 - 17:59 WIB

Pemkab Bogor dan Polres Bogor Sepakat Bentuk Timsus Penanganan Pungli

14 April 2026 - 20:34 WIB

Wali Kota Bogor dan Ketua Kadin Jabar Sepakat Sinergi

13 April 2026 - 15:30 WIB

Fokus Kekuatan Internal, Pramuka Kota Bogor Gelar Penyegaran dan Penguatan Andalan

11 April 2026 - 11:30 WIB

Trending on Kabar Bogor