Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Headline

Ade: Muscab PPP Lebih Demokratis dan Kekeluargaan

badge-check


					Ade: Muscab PPP Lebih Demokratis dan Kekeluargaan Perbesar

Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PPP Kota Bogor dan DPC PPP Cianjur yang digelar di Hotel Seruni Puncak diharapkan berjalan lebih demokratis dan bersifat kekeluargaan. Adanya perbedaan di partai harus menjadi pengalaman berharga bagi partai, untuk meminimalisir perbedaan dan perpecahan di tubuh partai. Demikian dikatakan Ketua DPW PPP Jawa Barat, Hj. Ade Munawaroh Yasin saat membuka Muscab, Kamis (3/11/2016).

MenurutĀ  Ade, PPP Jawa Barat sedang menggarap brand image yang baru. PPP partai islam dan Indonesia penduduknya mayoritas Islam, jadi harus menjadi perhatian semua bahwa kenapa partai Islam kurang diminati oleh umat Islam.

“PPP di Jawa Barat tengah bersiap untuk Pilkada di seluruh Jawa Barat, baik pemilihan Walikota, Bupati, Gubernur Jawa Barat, dan Pileg 2019 mendatang. Saya berpesan kepada ketua DPC Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur untuk langsung bekerja, melakukan program yang berkaitan dengan konsolidasi administrasi dan SDM jelangverifikasi partai di bulan Januari 2017 di seluruh wilayah Jawa Barat,” kata Ade.

adeSementara itu terkait Pilkada DKI Jakarta, lanjut Ade, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berkoalisi dengan Partai Demokrat (PD), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni untuk menjadi Gubernur dan Wakil DKI Jakarta.

“PPP berkoalisi dengan PD, PAN, PKB dan tak mendukung Ahok karena memiliki alasan yang jelas. PPP tak mendukung Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) karena tak sesuai azas dan ideologi Islam yang dianut PPP. “Jadi ini bukan soal etnis atau SARA. Alasan tersebut, merupakan hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP. Untuk jadi pemimpin harus beragama Islam,” katanya, usai membuka acara muscab dengan agenda memilih Ketua DPC PPP Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur periode 2016-2021.

Hadir dalam muscab tersebut Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, Anggota DPR RI Fraksi PPP dari Dapil Kota Bogor dan Cianjur Joko Purwanto, Pengurus DPP PPP, Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat, Hj. Ade Munawaroh Yasin, Ketua DPC PPP Kota Bogor demisioner Andi Surya Wijaya, Ketua DPC Kabupaten Cianjur demisioner Abdullah Bustanul Arifin, Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor Elly Halimah Yasin, Majelis Pertimbangan DPC PPP Kota Bogor KH Tubagus Kholidi, KH Humaidi, alim ulama, jajaran Wakil Ketua DPRD Kota Bogor diantaranya Heri Cahyono, Sopian dan Jajat Sudrajat, para pimpinan partai politik di Kota Bogor diantaranya Dodi Setiawan dari DPC Demokrat, ketua DPC Hanura Sumiati Eneng, sektetaris DPC PDIP Atty Somadikarya, perwakilan DPD PKS Muaz, ketua PKB Subhan Murtado, sekretaris DPD Golkar Tauhid J Tagor, para pengurus dan kader serta simpatisan partai berlambang Kabah dari daerah Kota Bogor dan Cianjur.

#pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION

15 July 2026 - 16:05 WIB

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

Trending on Headline