Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) kini berbentuk elektronik (e-SP2D online). Dengan sistem online ini pencairan dana tidak lagi harus datang ke Bank BJB dengan membawa berkas hardcopy. Melainkan cukup membuat SP2D pada Sistem Informasi Manajamen Keuangan Daerah (SIMDA) yang dibuat Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) dan akan langsung terkoneksi dengan e-SP2D online di Bank BJB.
Manajer Bisnis Bank BJB Kota Bogor Astrapawanendra mengatakan, SP2D yang dibuat dan sudah diotorisasi pejabat berwenang, datanya akan langsung terkirim ke Bank BJB. Data yang diterima Bank BJB untuk penarikan sejumlah dana kemudian diproses sesuai dengan perintah yang ada pada e-SP2D.

“Penarikan dana disini tidak dalam bentuk tunai namun berupa pemindahbukuan atau transfer ke rekening penyedia jasa,” ujar Astra sapaan akrabnya, di Ruang Paseban Punta, Balaikota.
Astra menuturkan, kelebihan dari e-SP2D ini adalah prosesnya yang lebih cepat dibanding jika harus datang langsung ke Bank BJB. Selain itu, penggunaan anggaran kas daerah yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor lebih transparan karena dilakukan secara online.
“Sistem ini sebagai salah satu menuju Smart City. Launchingnya direncanakan bulan ini tergantung jadwal Walikota Bogor,” jelas Astra.
Sementara itu Walikota Bogor Bima Arya dalam testimoninya mengatakan, Pemkot Bogor terus melakukan inovasi di bidang teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi. Salah satunya yang sekarang sedang didorong yakni e-SP2D, sebuah upaya elektronisasi dalam hal pencairan dana.
“e-SP2D ini kedepan tidak hanya sekadar efisiensi dan transparansi. Lebih dari itu sebagai penunjang kinerja pembangunan Pemkot agar semakin efektif dan efisien. Terima kasih untuk BJB dan BPKP yang telah bersinergi,” pungkas Bima.
#pratama














