Menu

Dark Mode
7 Penerbangan Nonstop Terlama di Dunia 2026, Belasan Jam Tanpa Transit Rajin Minum Air Putih Bisa Turunkan Risiko Kecemasan? Laut Mendidih, El Nino Terparah Diramal Tercipta Akhir Tahun Ini OpenAI Ingin Ubah ChatGPT Jadi Super App Lelang Frekuensi 5G Terdampak Gejolak Dolar AS? Ini Kata Komdigi Kisah Dramatis Penemuan ‘Pedang Langit’, Pohon Tertinggi Asia Timur

Headline

Menteri Pendidikan: MOS Aneh-Aneh, Kepsek Bisa Dirotasi Sampai Dipecat

badge-check


					Menteri Pendidikan: MOS Aneh-Aneh, Kepsek Bisa Dirotasi Sampai Dipecat Perbesar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan melakukan kunjungan langsung Kota Bogor pada hari pertama masuk sekolah, Senin (18/7/2016). Saat berkunjung ke SDN Polisi 1 Kota Bogor, Jalan Paledang, Anies mengingatkan agar hari pertama sekolah bisa dimanfaatkan untuk memberikan kesan belajar yang menyenangkan. Selain itu Anies pun mengingatkan sekolah agar tidak melakukan MOS yang aneh-aneh kepada siswa baru, jika dilanggar sekolah akan dikenakan sanksi. Bahkan Kepala Sekolahnya bisa dirotasi, mutasi,hingga pemecatan.

 Melalui kunjungan ini, Anies ingin memastikan negara hadir  di tengah warga negaranya. “Kita memastikan kalau anak diantar ke sekolah untuk mendapat pendidikan bukan menjadi sasaran atau objek kekerasan dalam MOS,” tuturnya.

Dia mengaku mendapatkan beberapa laporan dari sejumlah wilayah soal MOS. “Ada laporan, tapi sudah kita tindaklanjuti. Kalau sudah ditindaklanjuti, tidak jadi digelar. Makanya laporkan jika ada sekolah yang menggelar MOS aneh-aneh,” kata Anies.

Sanksi tegas, lanjut Anies akan diberikan kepada sekolah yang menggelar MOS yang aneh-aneh. Sanksi diberikan langsung kepada kepala sekolah, baik berupa mutasi, rotasi hingga pemecatan.

Dia juga mengapresiasi para orangtua yang meluangkan waktunya mengantarkan anak di hari pertama sekolah. “Ini bukan sekedar hanya mengantar sampai gerbang, tetapi bertemu langsung dengan guru sehingga terjalin komunikasi yang baik antara guru dengan orangtua,” kata Anies.

Menurut dia, pendidikan adalah kolaborasi antara pendidik di rumah dengan pendidik di sekolah. Oleh karena itu harus ada komunikasi yang baik antara keduanya. Lebih lanjut, Anies menyampaikan agar anak-anak tidak diberi beban yang terlalu berat ketika sekolah. Sebab, belajar seharusnya dilakukan seumur hidup sehingga penting membuat anak senang belajar, bukan hanya soal nilai akhirnya. #Deny hendrayana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Wamenaker: Kerja di Hari Libur Nasional Wajib Bayar Lembur

26 May 2026 - 21:12 WIB

Tersangka Buang Tubuh Wanita dari atas Tol Kayumanis, Karena Sakit Hati

25 May 2026 - 18:50 WIB

Libatkan 200 Kader Dasawisma Pulo Gebang, PBPJS Ketenagakerjaan Perluas Edukasi Perlindungan Pekerja hingga Tingkat RT

22 May 2026 - 08:46 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Kwarran Bogor Barat Gelar Gerakan Menanam Insan Pramuka

17 May 2026 - 13:44 WIB

Cetak Pembina ‘Hebat Beraksi’, Kwarran Bogor Barat Sukses Gelar Leader Meeting 2026

17 May 2026 - 09:29 WIB

Trending on Kabar Pendidikan