Menu

Dark Mode
Donald Trump Malah Mau Bikin Pasukan AI Padahal Ilmuwan Minta Setop SpaceX Target Starship Meluncur ke Orbit 28 September Donald Trump Mau Ubah Istilah AI, Siapkan Tiga Usulan Mahasiswa Undip Ciptakan ‘Kecoak Hybrid’, Bisa Cari Korban Bencana Alasan Kenapa Handphone yang Tethering Nyala Jangan Disimpan dalam Tas Data Center AI Meta Diduga Bocorkan Bakteri Mematikan ke Air untuk Irigasi Kota

Kabar Bogor

Paska Atap Roboh, Siswa Smk Grafika Mardi Yuana Diliburkan

badge-check


					Paska Atap Roboh,  Siswa Smk Grafika Mardi Yuana Diliburkan Perbesar

Kegiatan belajar mengajar di SMA dan SMK Grafika Mardi Yuana, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan diliburkan setelah atap SMK Grafika Mardi Yuanamardiyuana3 terbang tertiup angin puting beliung, Rabu (30/3/2016). Sampai saat ini masih ada seorang siswa dari total 8 korban luka yang masih dirawat intensif di sebuah rumah sakit swasta di Kota Bogor.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Mario Marcelius mengatakan saat kejadian sejumlah kelas sedang ada kegiatan belajar mengajar sehingga 5 siswa, seorang guru dan 2 petugas kantin terluka saat kejadian. “Awalnya saat hujan lebat disertai angin, plafon turun. Sempat ditahan oleh guru dan meminta seluruh siswa untuk keluar dari kelas. Namun, karena kejadian cukup cepat, atap itu terangkat kembali dan terbang menimpa gedung SMP dan SMA yang masih satu kompleks dengan SMK,” kata Mario.

Untuk sementara, lanjut Mario, kegiatan belajar mengajar diliburkan hingga Jumat. Namun, waktu libur pun bisa situasioal karena kela XII harus bersiap menghadapi ujian nasional pekan depan. Menurut Mario, akibat kejadian ini ruang kelas XII rusak semua. Oleh karena itu, untuk kepentingan UN nanti, rencananya sekolah akan meminjam ruangan milik SMP dan SD Mardi Yuana yang kosong.mardiyuana4

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengingatkan Pemkot Bogor belum mencabut status siaga bencana di wilayah Kota Bogor. Sebab, Kota Bogor masuk salah satu wilayah dengan potensi bencana tinggi mulai dari banjir, longsor, kebakaran, dan angin puting beliung. Oleh karena itu, dia meminta agar dinas pendidikan segera mengevaluasi sekolah dengan bangunan tinggi.

“Sebab, bangunan yang kokoh juga tidak menjamin bebas bencana. Makanya harus dievaluasi keamanannya, terutama bangunan tinggi. Seberapa aman dari tiupan angin kencang,” ucap Bima. #Deni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemkot Bogor Gandeng Kementerian ATR/BPN Replikasi Peta Digital Tangsel demi Optimalisasi PAD

21 September 2026 - 17:39 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Peran PMI dalam Bidang Kesehatan

20 September 2026 - 11:39 WIB

Petugas Gabungan di Bogor Terus Berjibaku Padamkan 8 Lahan Sampah Terbakar

14 September 2026 - 19:36 WIB

67 Tahun Pelopor, Momentum Evaluasi dan Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

14 September 2026 - 19:32 WIB

Pemkot Bogor dan Danone Indonesia Kolaborasi Kembangkan UMKM agar Naik Kelas

14 September 2026 - 19:28 WIB

Trending on Kabar Bogor