Menu ✖

Dark Mode
Libas KBB, Basket Kota Bogor Berebut Tiket Semifinal Lawan Kabupaten Bandung Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar

Kabar Bogor

Paska Atap Roboh, Siswa Smk Grafika Mardi Yuana Diliburkan

badge-check


					Paska Atap Roboh,  Siswa Smk Grafika Mardi Yuana Diliburkan Perbesar

Kegiatan belajar mengajar di SMA dan SMK Grafika Mardi Yuana, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan diliburkan setelah atap SMK Grafika Mardi Yuanamardiyuana3 terbang tertiup angin puting beliung, Rabu (30/3/2016). Sampai saat ini masih ada seorang siswa dari total 8 korban luka yang masih dirawat intensif di sebuah rumah sakit swasta di Kota Bogor.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Mario Marcelius mengatakan saat kejadian sejumlah kelas sedang ada kegiatan belajar mengajar sehingga 5 siswa, seorang guru dan 2 petugas kantin terluka saat kejadian. “Awalnya saat hujan lebat disertai angin, plafon turun. Sempat ditahan oleh guru dan meminta seluruh siswa untuk keluar dari kelas. Namun, karena kejadian cukup cepat, atap itu terangkat kembali dan terbang menimpa gedung SMP dan SMA yang masih satu kompleks dengan SMK,” kata Mario.

Untuk sementara, lanjut Mario, kegiatan belajar mengajar diliburkan hingga Jumat. Namun, waktu libur pun bisa situasioal karena kela XII harus bersiap menghadapi ujian nasional pekan depan. Menurut Mario, akibat kejadian ini ruang kelas XII rusak semua. Oleh karena itu, untuk kepentingan UN nanti, rencananya sekolah akan meminjam ruangan milik SMP dan SD Mardi Yuana yang kosong.mardiyuana4

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengingatkan Pemkot Bogor belum mencabut status siaga bencana di wilayah Kota Bogor. Sebab, Kota Bogor masuk salah satu wilayah dengan potensi bencana tinggi mulai dari banjir, longsor, kebakaran, dan angin puting beliung. Oleh karena itu, dia meminta agar dinas pendidikan segera mengevaluasi sekolah dengan bangunan tinggi.

“Sebab, bangunan yang kokoh juga tidak menjamin bebas bencana. Makanya harus dievaluasi keamanannya, terutama bangunan tinggi. Seberapa aman dari tiupan angin kencang,” ucap Bima. #Deni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kemenko Kumham Imipas Apresiasi Capaian Reformasi Hukum di Kota Bogor

5 November 2026 - 14:41 WIB

43 Pejabat Dikukuhkan, Denny Mulyadi Minta Pelayanan RSUD Terus Ditingkatkan

4 November 2026 - 14:51 WIB

Ketua Kontingen Kota Bogor Beri Dukungan kepada Atlet Pencak Silat

4 November 2026 - 14:48 WIB

Dedie Rachim: Kendaraan Listrik Jadi Peluang Besar Dukung Kota Ramah Lingkungan

3 November 2026 - 18:43 WIB

DIY Punya 14 Titik Potensi Bencana, DPRD DIY Minta Sistem Peringatan Dini Diperkuat

3 November 2026 - 17:46 WIB

Trending on Kabar Bogor