Menu

Dark Mode
Donald Trump Ubah Nama AI Jadi SI, Alasannya Tak Terduga Dunia Bersiap Hadapi Petaka Besar, PBB Pertemukan Amerika-China Bos Nvidia Blak-blakan, Yakin AI Tak Bisa Musnahkan Manusia Data Center AI Butuh Listrik Jumbo, Dunia Mulai Khawatir Telkomsel Latih Ribuan Guru Kuasai AI Lewat CSR Terpujilah GURU 2026 Wajah Baru BlackBerry Setelah Tak Lagi Jualan HP

Headline

Menteri KLH: Penelitian adalah Asset Berharga

badge-check


					Menteri KLH: Penelitian adalah Asset Berharga Perbesar

saa“Saya sangat percaya, penelitian dan hasil-hasilnya adalah asset yang tak ternilai. Banyak temuan-temuan baru, sebetulnya bisa menjawab persoalan di masyarakat, contohnya pupuk dan sampah,” kata Menteri Kehutanan dan Lingkungan Republik Indonesia, Siti Nurbaya Bakar saat mengunjungi Balitbang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Bogor dalam rangka peringatan Hari Bhakti Rimbawan.

Penelitian yang dikembangkan Balitbang Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup seperti pada pemanfaatan mikro organisme dalam pupuk, pengolahan kayu gaharu dan essensial oil, kata Siti, bernilai tinggi. “Ini bisa menjadi sumber daya yang luar biasa jika kita melepasnya ke dunia yang membutuhkannya, misalnya dunia industri dan ekonomi,” jelas Siti Nurbaya dihadapan awak media.

Laboratorium yang ada di Balitbang KLH di Kota Bogor, lanjut Siti Nurbaya hampir sama dengan pusat-pusat litbang yang ada di wilayah lain. “Penelitian dan temuan yang ada, saya minta kepala litbang untuk dikelompokan. Dan akan kita lihat orientasinya ke mana, apakah berorientasi ke daya saing internasional, orientasi sumber daya lingkungan atau orientasi pengembangan daya genetik. Semua itu harus dirancang manajemennya seperti apa, sehingga akan sampai kepada pihak yang membutuhkannya,” terang Menteri Siti.

Peninjauan yang dilakukan Menteri Siti Nurbaya di antaranya laboratorium produksi dan industri pengolahan seperti kimia dan energi hasil hutan penelitian komposting, fasilitas pengolahan asap cair, pembuatan bioetanol dari nila aren (arenga pinnata), pengolahan kayu, laboratorium introf-CC (Indonesian trofical forest culture collection) yang mengembangan mikroorganisme untuk tumbuh-tumbuhan, pupuk, kayu maupun yang lain. #pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026

22 September 2026 - 21:47 WIB

BNN DAN AFP SEPAKAT PERKUAT KEMITRAAN LAWAN ANCAMAN NARKOTIKA LINTAS NEGARA

22 September 2026 - 21:34 WIB

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026 - 20:36 WIB

Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker 

9 September 2026 - 18:42 WIB

Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan

8 September 2026 - 21:24 WIB

Trending on Headline