Menu

Dark Mode
Usai Deepseek, Perusahaan China Ini Kejutkan Industri AI Inggris Terancam Krisis Air Imbas Pembangunan Data Center Komdigi Tetapkan Telkomsel, XLSmart, Indosat Pemenang Lelang Frekuensi Jutaan Satelit Akan Keliling Bumi Seperti Cincin Saturnus, Mimpi Buruk Bagi Astronomi Orang NPD Bisa Dilihat dari Alis Seseorang, Begini Cirinya Ide Tak Biasa, Ilmuwan Usul Matahari Diredupkan untuk Redam El Nino

Kabar Lifestyle

7,3 Juta Pengguna Android Tertipu Aplikasi Mata-mata Palsu

badge-check


					7,3 Juta Pengguna Android Tertipu Aplikasi Mata-mata Palsu (Foto: Getty Images/mohd izzuan) Perbesar

7,3 Juta Pengguna Android Tertipu Aplikasi Mata-mata Palsu (Foto: Getty Images/mohd izzuan)

Daya tarik aplikasi mata-mata untuk memantau lokasi dan aktivitas pengguna sepertinya belum memudar. Bahkan ada jutaan pengguna Android yang tertipu puluhan aplikasi mata-mata palsu.

Peneliti keamanan siber dari ESET menemukan 28 aplikasi di Google Play yang menjanjikan akses ke log panggilan, riwayat SMS, dan riwayat panggilan WhatsApp orang lain. Tidak tanggung-tanggung, puluhan aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 7,3 juta kali.

Peneliti ESET mengungkap informasi rinci tentang penipuan tersebut dalam laporan WeLiveSecurity, di mana mereka secara kolektif menyebut aplikasi-aplikasi nakal tersebut dengan nama ‘CallPhantom’.

Penampilan aplikasi-aplikasi penipu itu berbeda, tapi memiliki trik yang sama. Aplikasi-aplikasi nakal itu akan meminta pengguna memasukkan nomor telepon orang yang ingin dimata-matai, lalu pengguna disuruh membayar untuk mengakses data komunikasi orang yang diincar.

Namun, setelah pengguna membayar, aplikasi nakal itu malah memberikan data palsu. Peneliti ESET menemukan beberapa aplikasi membuat nomor telepon acak dan memasangkannya dengan nama dan informasi panggilan yang sudah ada dalam kode.

Beberapa aplikasi lainnya meminta pengguna memasukkan alamat email di mana data riwayat yang sudah dikumpulkan akan dikirimkan. Meski begitu, ESET mengatakan aplikasi tersebut tidak meminta izin yang mengganggu atau benar-benar mampu mengakses data yang diminta.

Walaupun tidak sepenuhnya berbahaya, pengguna yang terlanjur membayar tentu akan kehilangan uangnya dan tidak mendapatkan fitur yang dijanjikan. Sistem pembayaran aplikasi-aplikasi ini juga membingungkan.

Beberapa aplikasi menggunakan sistem pembayaran resmi Google Play sehingga korban bisa mengajukan pengembalian dana. Namun, ESET mengatakan beberapa aplikasi mengarahkan pengguna ke aplikasi pembayaran pihak ketiga atau formulir kartu kredit di dalam aplikasi.

Dalam satu kasus, ketika pengguna mencoba keluar dari aplikasi, aplikasi tersebut menampilkan peringatan menyesatkan dengan tampilan seperti email baru yang mengklaim hasil riwayat panggilan telah tiba, tapi kemudian mengarahkan pengguna ke layar berlangganan, seperti dikutip dari Android Authority, Minggu (17/5/2026).

ESET telah melaporkan 28 aplikasi nakal tersebut ke Google pada 16 Desember lalu. Saat ini puluhan aplikasi tersebut sudah dihapus dari Google Play Store.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Usai Deepseek, Perusahaan China Ini Kejutkan Industri AI

21 July 2026 - 21:03 WIB

Inggris Terancam Krisis Air Imbas Pembangunan Data Center

21 July 2026 - 20:59 WIB

Komdigi Tetapkan Telkomsel, XLSmart, Indosat Pemenang Lelang Frekuensi

21 July 2026 - 20:55 WIB

Jutaan Satelit Akan Keliling Bumi Seperti Cincin Saturnus, Mimpi Buruk Bagi Astronomi

21 July 2026 - 20:52 WIB

Orang NPD Bisa Dilihat dari Alis Seseorang, Begini Cirinya

21 July 2026 - 20:46 WIB

Trending on Kabar Lifestyle