Menu

Dark Mode
Disidak Satpol PP, Pengelola Teras Nona Manis dan Tipzy Bears Beberkan Kronologi Legalitas Wakaf Alun-Alun Empang Teruji dan Sesuai Aturan Eropa Panas Menyengat, AC Unik China Jadi Penyelamat Kisah Tragis Bocah Dihinggapi Kelelawar Berujung Meninggal Dunia Meta Dituding Pakai Cara Kotor Ganggu Kompetitor untuk Kembangkan AI Fenomena Aphelion 2026, Buat Cuaca Lebih Dingin?

Kabar Lifestyle

7,3 Juta Pengguna Android Tertipu Aplikasi Mata-mata Palsu

badge-check


					7,3 Juta Pengguna Android Tertipu Aplikasi Mata-mata Palsu (Foto: Getty Images/mohd izzuan) Perbesar

7,3 Juta Pengguna Android Tertipu Aplikasi Mata-mata Palsu (Foto: Getty Images/mohd izzuan)

Daya tarik aplikasi mata-mata untuk memantau lokasi dan aktivitas pengguna sepertinya belum memudar. Bahkan ada jutaan pengguna Android yang tertipu puluhan aplikasi mata-mata palsu.

Peneliti keamanan siber dari ESET menemukan 28 aplikasi di Google Play yang menjanjikan akses ke log panggilan, riwayat SMS, dan riwayat panggilan WhatsApp orang lain. Tidak tanggung-tanggung, puluhan aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 7,3 juta kali.

Peneliti ESET mengungkap informasi rinci tentang penipuan tersebut dalam laporan WeLiveSecurity, di mana mereka secara kolektif menyebut aplikasi-aplikasi nakal tersebut dengan nama ‘CallPhantom’.

Penampilan aplikasi-aplikasi penipu itu berbeda, tapi memiliki trik yang sama. Aplikasi-aplikasi nakal itu akan meminta pengguna memasukkan nomor telepon orang yang ingin dimata-matai, lalu pengguna disuruh membayar untuk mengakses data komunikasi orang yang diincar.

Namun, setelah pengguna membayar, aplikasi nakal itu malah memberikan data palsu. Peneliti ESET menemukan beberapa aplikasi membuat nomor telepon acak dan memasangkannya dengan nama dan informasi panggilan yang sudah ada dalam kode.

Beberapa aplikasi lainnya meminta pengguna memasukkan alamat email di mana data riwayat yang sudah dikumpulkan akan dikirimkan. Meski begitu, ESET mengatakan aplikasi tersebut tidak meminta izin yang mengganggu atau benar-benar mampu mengakses data yang diminta.

Walaupun tidak sepenuhnya berbahaya, pengguna yang terlanjur membayar tentu akan kehilangan uangnya dan tidak mendapatkan fitur yang dijanjikan. Sistem pembayaran aplikasi-aplikasi ini juga membingungkan.

Beberapa aplikasi menggunakan sistem pembayaran resmi Google Play sehingga korban bisa mengajukan pengembalian dana. Namun, ESET mengatakan beberapa aplikasi mengarahkan pengguna ke aplikasi pembayaran pihak ketiga atau formulir kartu kredit di dalam aplikasi.

Dalam satu kasus, ketika pengguna mencoba keluar dari aplikasi, aplikasi tersebut menampilkan peringatan menyesatkan dengan tampilan seperti email baru yang mengklaim hasil riwayat panggilan telah tiba, tapi kemudian mengarahkan pengguna ke layar berlangganan, seperti dikutip dari Android Authority, Minggu (17/5/2026).

ESET telah melaporkan 28 aplikasi nakal tersebut ke Google pada 16 Desember lalu. Saat ini puluhan aplikasi tersebut sudah dihapus dari Google Play Store.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Eropa Panas Menyengat, AC Unik China Jadi Penyelamat

7 July 2026 - 13:32 WIB

Kisah Tragis Bocah Dihinggapi Kelelawar Berujung Meninggal Dunia

7 July 2026 - 13:29 WIB

Meta Dituding Pakai Cara Kotor Ganggu Kompetitor untuk Kembangkan AI

7 July 2026 - 13:24 WIB

Fenomena Aphelion 2026, Buat Cuaca Lebih Dingin?

7 July 2026 - 13:21 WIB

Bagaimana Peluang RI ‘Terpanggang’ Gelombang Panas? Ini Kata Pakar

7 July 2026 - 13:17 WIB

Trending on Kabar Lifestyle