5.000 Kuota Vaksin Habis dalam 30 Menit

Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau pelaksanaan vaksin covid beberapa waktu lalu.

Pendaftaran vaksinasi untuk masyarakat umum berusia di atas 18 tahun dengan kuota 5.000 orang pada batch 1, sudah full, Sabtu (19/6/2021). Akibatnya Pemkot Bogor menutup pendaftaran, karena sudah terpenuhinya kuota 5.000 orang.

Melihat kondisi tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya pun segera meminta tambahan pasokan vaksin lagi ke Kementerian Kesehatan untuk memenuhi target percepatan pelaksanaan vaksinasi yang ditargetkan menjangkau 700.000 warga Kota Bogor hingga Agustus 2021.

“Kita tadi sudah membuka pengumuman untuk pendaftaran vaksin yang akan dilakukan hari Selasa, 22 Juni 2021. Tetapi memang karena peminatnya banyak sekali, hanya dalam waktu kurang dari 30 menit jatah 5.000 itu sudah habis semua,” kata Bima Arya.

Menurut Bima, ketersediaan vaksin sendiri saat ini Kota Bogor masih memiliki 16.000 dosis vaksin yang sudah ada daftar namanya untuk sasaran pelayan publik, guru, pelaku ekonomi/pariwisata dan lain sebagainya.

“Terus kita akan tambah. Jadi targetnya tidak berhenti setiap harinya. Nanti akan kita mintakan tambahan vaksinnya (ke Kemenkes). Target kita sehari 5.000 sampai 10.000 vaksin dan ditargetkan Agustus tuntas karena vaksin ini adalah kunci,” tambahnya.

Untuk pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat umum ber-KTP Kota Bogor dan sudah terdaftar, lanjut Bima, akan dilaksanakan Selasa, 22 Juni 2021 di tiga titik, yakni Puri Begawan, Mall Lippo Ekalokasari dan Mall Boxies 123.

“Batch 1 sudah kami tutup karena kuota 5.000 sudah terpenuhi. Mekanisme pendaftaran ini untuk mengatur agar pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan dengan tertib dan tidak menimbulkan kepadatan yang menyebabkan risiko penularan Covid-19. Jadi diatur jam datang dan tempatnya di mana. Jika ada pendaftar yang datang, bukan pada jamnya, maka tidak akan dilayani,” jelasnya.

Sementara itu Kadinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap orang atau lembaga yang mengatasnamakan tim vaksinasi maupun tautan-tautan pendaftaran di WhatsApp dan lain sebagainya.

“Akhir akhir ini banyak beredar tentang link pendaftaran atau informasi tentang pelaksanaan vaksinasi yang disebar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Diimbau untuk berhati-hati agar tidak ada penyalahgunaan data warga,” tandas Retno.

Penulis Pratama

Editor Herman

print

You may also like...