Menu ✖

Dark Mode
Dosen Sains Komunikasi FISIP Unida Dorong Pelaku Usaha Desa Susun Strategi Komunikasi Berbasis Keunggulan Produk dan AI Gen Z Mulai Dominasi Pasar Investasi, BCA Syariah Permudah Pembiayaan Emas Mulai 5 Gram Lewat Aplikasi IKASI Kota Bogor Patok 7 Emas, Harga Mati di Porprov XV Jabar 2026 Kericuhan di Titik Nol Kilometer Yogya, Ini Kata Kapolda Sumpah Pemuda, Polresta Bogor Kota dan Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Gelar Apel Solidaritas Kemanusian Pemkot Datangi Pedagang Es Jeruk Malioboro yang Nuthuk, Sekda DIY : Yang Wajar – Wajar Aja!

Kabar Dunia

Tren Minum Soju Campur Tawon di Korea Selatan Kian Mengkhawatirkan

badge-check


					Tren Minum Soju Campur Tawon di Korea Selatan Kian Mengkhawatirkan Perbesar

SEBAGIAN masyarakat Korea Selatan (Korsel) tepaksa gigit jari, lantaran tren minuman yang tengah digemari saat ini, mencampurkan tawon ke dalam soju, akan semakin jarang ditemukan.
Hal tersebut dikarenakan peringatan keras dari otoritas kesehatan dan pangan setempat pada Selasa, 3 Maret 2018, yang menyebut campuran unik itu berisiko sebabkan gangguan kesehatan.
Sementara itu, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post pada Rabu (4/4/2018), beberapa peminum percaya bahwa campuran tawon pada soju, sangat baik untuk menghindari tekanan darah tinggi dan diabetes.
Beberapa orang lainnya bahkan menambah serangga lain, termasuk lipan dan cacing tanah, untuk meramu tonik kesehatan soju ala mereka.
Orang Korea Selatan memang dikenal sering mencampur soju dengan bahan-bahan lain yang unik. Salah satu yang paling populer adalah ‘Somaci’, yakni sebuah varian koktail yang dibuat dari campuran soju dan bir.
“Ini tidak lebih dari desas-desus, bahwa tawon dapat membantu memulihkan kesehatan,” kata Kim Seung-hwan, seorang peneliti di Kementerian Keamanan Obat dan Makanan.
Kim mengatakan tren tersebut sebagai subkultur yang telah eksis sejak lama di Korea Selatan, tetapi perkembangannya kian memburuk karena beberapa orang mulai berbagi resep, dan bahkan menjualnya secara online.
“Di sinilah, kami merasa perlu memperingatkan orang-orang tentang bahaya tren tersebut, sebelum kemudian
menjadi tidak terkendali,” kata Kim.
Pihak berwenang telah memperingatkan secara keras tentang bahaya mencampur tawon dalam makanan. Hal itu dikarenakan dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah, selain berisiko membuat tersedak.
Pada Februari lalu, otoritas kesehatan Korea Selatan menggerebek sebuah toko soju di kota Hwaseong, yang kedapatan mencampur tawon ke dalam beberapa produk minuman kerasnya.
Kementerian Keamanan Obat dan Makanan mengatakan, bahwa mereka tidak tahu pasti jumlah orang yang terlibat dalam praktik pencampuran soju dan tawon.
Akan tetapi, mereka menekankan bahwa setiap orang harus menyadari apa yang seharusnya, dan tidak boleh mereka makan.
“Bukankah sudah cukup jelas bahwa tawon dan lipan tidak dapat dimakan?” tegas Kim.
***
Sumber : South China Morning Post
Foto : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ada Apa Peneliti Roket, Satelit, dan Drone Sedunia Kumpul di Yogyakarta?

4 October 2026 - 16:51 WIB

Padamkan Karhutla, Pemerintah Libatkan 300 Unit Usaha

23 September 2026 - 16:05 WIB

5 Tanaman Unik dan Aneh di Dunia

22 September 2026 - 22:02 WIB

Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis Pemerintah, Tapi…

13 June 2026 - 14:28 WIB

Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini

12 June 2026 - 19:31 WIB

Trending on Kabar Dunia