Menu ✖

Dark Mode
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor. Hapkido Kota Bogor Raih Medali di Kejurnas Nvidia Rilis OpenShell dan Sentry, Platform Pengaman Agen AI Nakal Denny Mulyadi Resmi Menutup Mayor’s Talk: Climate and Urban Resilience 2026 Peneliti Bor Lokasi Diduga Bahtera Nabi Nuh, Mata Bor Mendadak Pecah Kalah di Pengadilan, Meta Terancam Denda Rp 3.900 Triliun

Kabar Politik

Ru’yat: UKM Harus Diberdayakan

badge-check


					Ru’yat: UKM Harus Diberdayakan Perbesar

Calon Wali Kota Bogor, Achmad Ru’yat sebelum memulai kampanye hari ini Selasa (20/3/1018), menyempatkan diri singgah di soto bening khas Bogor H. Hasan di Kampung Cilibende Jalan Lodaya II, Kelurahan Babakan.

Menurut Ru’yat, selain untuk makan pagi, soto daging yang sudah berdiri puluhan tahun ini menjadi tempat nostalgia, karena soto tersebut merupakan soto favorit Ru’yat saat dirinya masih menjadi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 1988.

“Dulu tahun 1988, saat saya masih mahasiswa dan uang bulanan sekitar Rp50 ribu, harga soto Pak Hasan ini sekitar Rp14 ribu per porsi dan itu harga yang cukup mahal tapi selalu ramai dan menjadi soto favorit di kalangan mahasiswa terutama mahasiswa reproduksi IPB,” kata Ru’yat.

Meskipun harganya terbilang cukup mahal di saku mahasiswa, namun Ru’yat tetap setia menikmati soto daging khas Pak Hasan.”Sesekali setiap usai ujian, saya pasti datang ke warung soto Pak Hasan ini. Dengan irisan khas Pak Hasan mulai dari daging, paru, kikil, urat dan sengkel serta ditambah bahan rempah-rempah lainnya, rasa soto Pak Hasan ini sangat enak,” ungkap Ru’yat.

Lebih lanjut, Ru’yat menambahkan, rasa soto Pak Hasan ini masih tetap enak dan mantap, sama seperti dahulu. Tetapi, yang membedakannya yakni dari harga daging dan bahan-bahan bumbu lainnya.

“Dulu tahun 1989 harga daging dan bahan-bahan bumbu lainnya masih murah, harga jualnya mahal, jadi bisa untung besar. Tetapi berbeda saat ini, dagingnya mahal, bahan-bahan bumbunya mahal, dan harga jualnya murah, jadi untung pun kecil. Bayangkan saja sudah puluhan tahun, kini harga sotonya per porsi hanya Rp30 ribu,” tambah Achmad Ru’yat.

Sambil menyantap Soto, Cawalkot yang berpasangan dengan Zaenul Mutaqin (ZM) ini mengungkapkan prioritas program pasangan RZ untuk sektor UMKM. Penjual Soto salah satu sektor UMKM yang harus diberdayakan.

“Kita sudah menyiapkan program khusus dalam memberdayakan dan meningkatkan sektor UMKM, seperti pedagang Soto dan lainnya. Insyaallah jika terpilih nanti, usaha kecil milik warga akan kita tingkatkan,” jelasnya.

Sementara, Wulan (35) penjual soto sekaligus anak dari H. Hasan mengucapkan terimakasih dan memberikan  dukungan kepada Ruyat.

“Mudah-mudahan beliau dilancarkan usahanya dan terpilih menjadi Wali Kota Bogor, sehingga bisa membawa perubahan bagi Kota Bogor lebih baik,” tandas Wulan.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ketua DPRD Kota Bogor Lepas Delegasi PSM Agria Suara IPB ke Busan

26 September 2026 - 14:53 WIB

Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu

16 September 2026 - 12:13 WIB

DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi

15 September 2026 - 09:07 WIB

H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat

13 September 2026 - 19:15 WIB

​Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027

10 September 2026 - 19:47 WIB

Trending on Kabar Politik