Menu

Dark Mode
Waspada Firmware Router Kena Serangan Siber, Bisa Berujung Bobol Akun Perairan di Papua Viral Dipenuhi Batu Apung, Ini Penjelasan BMKG Bos Valve Buat Kapal Rp 14,6 Triliun, Mau Ungkap Misteri Lautan Ngeri! Ratusan Ular Termasuk Kobra Lepas Akibat Banjir di China Ratusan Satelit Starlink Dibakar SpaceX di Atmosfer, Picu Kekhawatiran Disidak Satpol PP, Pengelola Teras Nona Manis dan Tipzy Bears Beberkan Kronologi

Kabar Sport

23 SMP Ikuti Lomba Permainan Tradisional

badge-check


					23 SMP Ikuti Lomba Permainan Tradisional Perbesar

Siswa dari 23 SMP se Kota Bogor mengikuti lomba permainan anak tradisional di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Rabu (19/8/2015).

Lomba yang diadakan setiap tahun oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor ini bertujuan untuk mengenalkan kembali sejumlah permainan tradisional yang mulai tidak dikenal oleh anak zaman sekarang.

Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengatakan jumlah peserta lomba terus bertambah setiap tahun. Jika tahun lalu hanya 11 sekolah, tahun ini ada 23 SMP yang berpartisipasi.

“Hal ini menandakan semakin antusiasnya anak-anak pada permainan tradisional,” ujar Usmar.

Apalagi, di tengah zaman yang sudah canggih ini, permainan tradisional harus bersaing dengan permainan anak-anak modern seperti play station atau game online di masing-masing gadget.

“Ke depan, kita akan gali lagi nilai-nilai lokal yang ada di Bogor untuk dimasukkan dalam perlombaan,” ucap Usmar.

Beberapa permainan yang dilombakan yakni egrang, sorodot gaplok, kelom batok, rorodaan, dan babancakan. Sebelum dilombakan, Disdik bekerja sama dengan Disparbud telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah soal jenis permainan tradisional ini.

Ke depan, Usmar berharap Disdik, Disparbud dan Diskominfo bisa bekerja sama agar permainan tradisional ini ada panduannya di gadget anak muda.

“Jadi, anak muda lebih mudah mengenalnya karena ada di gadget masing-masing. Makanya, saya minta ketiga instasi itu bisa bekerja sama supaya ada aplikasi atau panduan dan animasi permainan tradisional di gadget,” ungkap Usmar.

Hal ini sekaligus merangsang pertumbuhan ekonomi kreatif di kalangan generasi muda. Selain itu, Usmar juga meminta agar momen hari besar seperti peringatan HUT RI bisa dimanfaatkan untuk mensosialisasikan permainan tradisional.

Salah seorang peserta, Raihan mengaku permainan tradisional cukup sulit, terutama egrang karena harus menjaga keseimbangan. Selain itu juga membuat badan berkeringat karena banyak bergerak dan berinteraksi dengan teman setim. (Deni)

image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ikuti NS Matrix Fencing Festival 2026 di Malaysia, Wakil Wali Kota Bogor Lepas 18 Atlet Anggar

25 June 2026 - 08:20 WIB

​Kota Bogor Juara Umum POPWILDA 2026

22 June 2026 - 17:55 WIB

Tim Sepakbola Kota Bogor Tampil Gemilang di Popwilda 2026

18 June 2026 - 15:24 WIB

Diikuti Seribu Peserta, The Mutiara Bogor Sukses Gelar Padjadjarun 2026

25 May 2026 - 18:30 WIB

Sukses Periode Pertama, Laniasari Pimpin Kembali Porpi Kota Bogor

16 May 2026 - 16:15 WIB

Trending on Kabar Sport