Menu

Dark Mode
Serang Diego Garcia, Rudal Iran Mungkin Lebih Seram dari Perkiraan Ini Rudal Majid Iran yang Rontokkan Jet Siluman Amerika Google Ungkap Cara Sideloading Baru di Android, Harus Tunggu 24 Jam Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series 1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri Tiba-tiba Ngetweet, Cristiano Ronaldo: Eid Mubarak Semuanya!

Kabar Politik

Bima Fokus Wujudkan Kota Bogor Ramah Keluarga

badge-check


					Bima Fokus Wujudkan Kota Bogor Ramah Keluarga Perbesar

Kampanye  kali ini giliran kawasan Bogor Utara yang didatangi pasangan calon nomor urut 3, Bima Arya – Dedie Rachim (Badra). Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Tanahsewa, Ciparigi, diisi agenda hiburan tradisional Dogdog Reog Milenium (Doremi). Selain itu, keduanya menyempatkan mengunjungi pernikahan salah satu warga hingga menengok warga sakit, Sabtu (3/3/2018)

Cawalkot Bogor Bima Arya mengatakan, dalam periode berikutnya pihaknya akan fokus mewujudkan Kota Bogor sebagai kota ramah keluarga yang dipenuhi dari derajat kualitas masyarakat dan lingkungan yang memadai. “Tidak sekedar membangun infrastruktur, tapi juga sumber daya manusianya,” ungkap Bima.

Di Bogor Utara, Bima menerima banyak aspirasi seputar kesehatan. “Lebih banyak soal kesehatan, tadi saya mengunjungi warga sakit. Rata-rata sudah ada BPJS, fokus kami lebih kepada bagaimana mereka lebih diperhatikan lagi oleh para aparatur di wilayah. Termasuk nanti ke depannya kami menyiapkan dokter keluarga yang merupakan bagian dari salah satu program utama Badra,” jelas dia.

Bima Arya menambahkan, program dokter keluarga dicanangkan untuk memperkuat layanan puskesmas hingga RSUD yang sudah ada. Tugas dari dokter keluarga nantinya bersifat pencegahan, deteksi dini hingga pengendalian penyakit kronis.

“Dokter keluarga juga bertugas mempromosikan pola hidup sehat. Melalui program ini, angka orang sakit diharapkan dapat dikendalikan sehingga jumlah kunjungan ke rumah sakit jadi berkurang. Dokter keluarga lebih banyak bertugas mencegah orang agar tidak sakit atau yang sudah sakit diharapkan penyakitnya tidak lebih parah,” beber pria kelahiran Bogor, 17 Desember 1972 itu.

Sementara itu, di lapangan Kampung Tanahsewa Ciparigi, penampilan grup Reog Sunda sukses menghibur warga. Reog Sunda merupakan kesenian khas Jawa Barat yang memadukan antara seni tari, lawak, lagu, dan cerita sosial. Hiburan rakyat ini pun boleh dibilang nyaris punah di ‘rumah’ sendiri. Di Kota Bogor sendiri satu-satunya grup kesenian Reog Sunda yang masih eksis adalah Mbah Karna dan kawan-kawan. Ia bersama tiga rekannya terus melestarikan budaya tanah pasundan di tengah gempuran budaya luar.

“Kesenian dan kebudayaan bukan hanya sekedar menghibur tapi harus juga mendidik dan membentuk. Reog ini bukan sekedar lucu tapi ada pesan-pesan di dalamnya. Itu yang menjadi metode kita, karena Pilkada ini seperti yang saya sampaikan harus mencerahkan dan menyejukan. Tadi disampaikan pesan-pesan itu dengan cara-cara yang pas, dengan lelucon yang segar dipadu dengan musik tradisional dan modern,” pungkasnya.

reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Banu Bagaskara: Kebijakan THR PPPK Paruh Waktu Tidak Adil

14 March 2026 - 11:23 WIB

Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda

10 March 2026 - 22:47 WIB

Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot

10 March 2026 - 22:14 WIB

​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan

10 March 2026 - 21:59 WIB

Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial

10 March 2026 - 21:45 WIB

Trending on Kabar Politik