Menu

Dark Mode
BMKG Sebut Asap Karhutla Kalbar Berpotensi Menyeberang ke Malaysia Agen AI Anthropic dan OpenAI Lepas Kendali saat Diuji Penangkap Lele Jumbo Meresahkan akan Dikasih Duit Pemerintah Unik! Hotel Ini Dirancang ‘Menghilang’ di Gurun Namibia 3 Sosok Genius di Balik Ledakan AI China, Silicon Valley Ketar-ketir Misteri Sedikit Ular Bisa Menguasai Seluruh Pulau Guam

Kabar Sport

3 Ungkapan Frustrasi Rossi dan Vinales soal Kinerja Motor Yamaha

badge-check


					3 Ungkapan Frustrasi Rossi dan Vinales soal Kinerja Motor Yamaha Perbesar

SINYAL peringatan mulai menyala di markas Yamaha setelah Valentino Rossi dan Maverick Vinales merampungkan tes pramusim MotoGP 2018 di Sirkuit Buriram, 16-18 Februari. Tak ada rona kegembiraan maupun kepuasan yang terpancar dari kedua pebalap.
Rossi dan Vinales sama-sama dihinggapi kekhawatiran. Kinerja Movistar Yamaha jauh tertinggal dari tim-tim lain, terutama Honda. Bahkan, performa Vinales dan Rossi kalah dari pebalap tim satelit, Johann Zarco.
Pencapaian Ducati di tes pramusim Buriram, juga masih lebih baik, kendati Jorge Lorenzo terpuruk pada hari terakhir. Yamaha menghadapi masalah yang pelik.
Pada hari pertama, Rossi menempati posisi kedelapan, sedangkan Vinales tercecer di urutan ke-11. Posisi pertama ditempati pebalap LCR Honda, Cal Crutchlow, adapun Zarco di urutan ke-12.
Rossi menelan hasil lebih buruk pada hari kedua, setelah tercecer ke urutan 14. Vinales cukup menjanjikan dengan berada di urutan keempat, tepat di depan Zarco. Posisi terbaik ditempati pebalap Repsol Honda, Marc Marquez.
Pada hari terakhir,  Valentino Rossi mampu memperbaiki posisinya dengan menempati urutan ke-10. Namun, Vinales malah melorot ke posisi ke-12. Zarco bersinar dengan bercokol di posisi kedua, tepat di bawah Dani Pedrosa.
Catatan waktu lap Vinales dan Rossi di Buriram benar-benar jadi bencana. Yang lebih mengkhawatirkan, kedua pebalap bingung karena tak mampu mendekati catatan waktu pebalap-pebalap di depan.
Kedua pebalap mengisyaratkan masalah yang dihadapi Movistar Yamaha sangat kompleks dan sulit dicari solusinya dalam waktu singkat. Problem yang dihadapi antara lain terkait perangkat elektronika, ban belakang, hingga pemilihan mesin dan sasis.
Tak heran, Rossi dan Vinales tampak mulai frustrasi. Berikut ini ungkapan-ungkapan bernada frustrasi yang dilontarkan Valentino Rossi dan Vinales setelah tes pramusim MotoGP di Buriram, yang dirangkum dari berbagai sumber.
Maverick Vinales benar-benar kesulitan menyembunyikan kegundahannya atas hasil yang diraihnya pada tes pramusim MotoGP di Buriram.
“Setelah melewati waktu yang panjang ini adalah tes terburuk. Bahkan tes di Sepang sudah menjadi yang terburuk sejak saya di Yamaha, kemudian hari ini jauh lebih buruk,” kata Vinales.
“Saya tidak tahu, sejujurnya saya tidak tahu. Kami kesulitan sebagai tim pabrikan, jadi saya tidak tahu. Saya tak tahu harus mengatakan apa. Ini sulit, kami sedikit kesulitan di semua area.”
“Saya sudah menjajal sasis yang berbeda, mesin berbeda, elektronik berbeda, tapi tak ada solusi, jadi saya tidak tahu. Mungkin lebih baik bertanya kepada Yamaha,” ujar Vinales.
Pemegang sembilan gelar juara dunia balap motor grand prix, Valentino Rossi, terpuruk di posisi ke-14 pada hari kedua tes di Burima. Rossi mencatatkan waktu lap terbaik 1 menit 30,888 detik, terpaut 0,919 detik dari Marc Marquez yang keluar sebagai pebalap tercepat.
“Ini situasi yang membuat saya khawatir karena kami terpuruk. Memang ini masalah yang bisa diselesaikan dengan cepat, tapi tak mudah,” kata Rossi, setelah tes hari kedua, seperti dilansir Tuttomoriweb.
“Pada saat ini di MotoGP, yang penting adalah keseimbangan antara mesin dan sistem elektronika. Saya tak yakin kami bisa menyelesaikan masalahnya untuk MotoGP Qatar,” sambung Rossi.
“Faktanya kami cukup cepat. Tapi begitu banyak pebalap Honda dan Ducati yang ada di depan kami,” keluh Rossi.
Sama seperti musim lalu, problem ban belakang masih menghantui Yamaha. Rossi kembali mengungkapkan kegelisahannya terkait problem yang tak kunjung terselesaikan tersebut.
“Kami selalu kesulitan dengan ban belakang dan selalu berhubungan dengan ban belakang. Bagi saya, problem ini seperti jika kami bisa menggunakan ban lebih lunak, maka kami akan lebih cepat. Tapi, sayangnya kami kehilangan bagian ban, karena suhu ban terlalu tinggi,” ujar Rossi.
“Bagi saya, kami terlalu banyak bicara soal sasis, elektronik, dan segalanya. Tapi, semuanya sangat tergantung dari ban, karena kadang Anda mengganti ban dan dapat mengubah feeling,” sambung dia.
“Sangat mirip dengan tahun lalu dan jika seperti ini sangat sulit mengembangkan motor, karena Anda kadang punya masalah dan kemudian dua jam (saat tes) telah berlalu,” keluh Valentino Rossi.
***
Sumber : www.bola.com
Foto : www.bola.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ikuti NS Matrix Fencing Festival 2026 di Malaysia, Wakil Wali Kota Bogor Lepas 18 Atlet Anggar

25 June 2026 - 08:20 WIB

​Kota Bogor Juara Umum POPWILDA 2026

22 June 2026 - 17:55 WIB

Tim Sepakbola Kota Bogor Tampil Gemilang di Popwilda 2026

18 June 2026 - 15:24 WIB

Diikuti Seribu Peserta, The Mutiara Bogor Sukses Gelar Padjadjarun 2026

25 May 2026 - 18:30 WIB

Sukses Periode Pertama, Laniasari Pimpin Kembali Porpi Kota Bogor

16 May 2026 - 16:15 WIB

Trending on Kabar Sport