Menu

Dark Mode
BMKG Sebut Asap Karhutla Kalbar Berpotensi Menyeberang ke Malaysia Agen AI Anthropic dan OpenAI Lepas Kendali saat Diuji Penangkap Lele Jumbo Meresahkan akan Dikasih Duit Pemerintah Unik! Hotel Ini Dirancang ‘Menghilang’ di Gurun Namibia 3 Sosok Genius di Balik Ledakan AI China, Silicon Valley Ketar-ketir Misteri Sedikit Ular Bisa Menguasai Seluruh Pulau Guam

Headline

Demokrat Ajak PKS Koalisi Bareng PAN, PKS Ngaku Peluangnya Kecil

badge-check


					Demokrat Ajak PKS Koalisi Bareng PAN, PKS Ngaku Peluangnya Kecil Perbesar

Dua pekan jelang pendaftaran calon walikota/wakil walikota Bogor 2018, sejumlah partai mulai menentukan sikap dengan melakukan komunikasi-komunikasi politik mengingat sampai dengan saat ini sang petahana Bima Arya belum juga menentukan sikap memilih pasangannya.

pksKemarin, Partai Demokrat Kota Bogor melakukan pertemuan tertutup dengan PKS. Dan hari ini, Rabu (20/12/2017) akan dilakukan pertemuan dengan Partai Gerindra dan PAN. Komunikasi ini dilakukan, menurut Ketua DPD Partai Demokrat Kota Bogor Usmar Hariman dengan harapan partai-partai tersebut bisa bergabung menjadi mitra koalisi di hajatan Pilkada Kota Bogor 2018.

“Empat partai terbentuk yaitu Demokrat, PKS, Gerindra dan PAN di luar partai pemerintah. Kita ingin menjaga iklim itu tetap bisa terbentuk. Terkait siapa nanti yang akan dimajukan tinggal duduk bersama,” kata Usmar.

Usmar menambahkan, pertemuan ini untuk membahas apakah kandidat petahana Bima Arya tetap di posisi wali kota, dan tinggal Demokrat, PKS dan Gerindra memilih wakilnya. Atau jika Bima Arya merasa nyaman dengan dirinya, maka dilanjutkan duet incumbent lanjut ke jilid II.

“Jika ada usulan kandidat lain dari masing-masing partai, itu tinggal dimusyawarahkan. Ini yang akan kita coba pertahankan dan besok kita bertemu dengan Gerindra lanjut dengan PAN,”kata Wakil wali kota Bogor itu.

Lain halnya dengan Ketua DPD PKS Kota Bogor Atang Trisnanto. Menurutnya, jika melihat peta politik di Jawa Barat saat ini masih dinamis.

“Saya menilai secara realistis untuk menggabungkan empat partai ini sangat sulit. Saya berbicara di sini paling mungkin saja dan realistis. Yang bisa diajak ngobrol itu Gerindra dan Demokrat. Atau, kalau seandainya tidak cocok kami cari yang lain, misalnya dengan PPP,” kata Atang.

Atang menambahkan, PKS hanya ingin mengedepankan yang realistis saja dibandingkan mengharapkan satu koalisi yang sulit diwujudkan. Pihaknya fokus mengarap koalisi dengan format melawan kandidat petahana Bima Arya.

“Saat ini peluangnya sangat kecil PKS bergabung dengan PAN. Jadi peluang terbesarnya kami berlawanan dengan PAN,” ucap mantan Presiden Mahasiswa IPB itu.

Pertemuan tersebut dihadiri mantan mentri di era Presiden SBY, Siswono, serta sejumlah petinggi partai kedua partai tersebut.

reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION

15 July 2026 - 16:05 WIB

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

Trending on Headline