Ribuan Santri dan Warga Bantarkemang Nobar Film G30S/PKI

Sedikitnya seribu orang yang terdiri dari santri Pondok Pesanten Darul Ulum Bantarkembang dan warga sekitar, menonton film G30S/PKI di lapangan Ponpes Darul Ulum.

Hadir dalam kegiatan nobar tersebut, Komandan Korem 061 Suryakencana Kolonel Inf Agus Mirza dan Komandan Kodim 0606 Kota Bogor Letkol Arm Dodi Suhardiman, para ulama, kyai dan tokoh masyarakat setempat, termasuk unsur Muspika Kecamatan Bogor Timur diantaranya Kapolsek, Camat dan Lurah, babinsa, babinmas.

Menurut Komandan Korem 061 Suryakencana Kolonel Inf Agus Mirza , nobar di ponpes Darul Ulum merupakan inisiatif dan keinginan pihak ponpes, namun untuk film yang ditayangkan hanya berdurasi sekitar satu jam dan tayangan yang mengandung unsur kekerasan sudah disensor.

Nobar

“Sejumlah adegan kekerasan juga sudah disensor, jadi yang muncul nilai sejarah dan edukasinya. Kami sangat mengapresiasi antusias warga Kota Bogor nobar film bersejarah ini. Ada sekitar 250 titik lokasi nobar, semuanya atas permintaan serta keinginan inisiatif masyarakat untuk melakukan nobar,” kata Agus.
Diharapkan dengan nobar film ini lanjutnya, kita sebagai generasi penerus bangsa mengetahui kejadian di masa lalu dan jangan sampai terulang kembali.

“Peristiwa itu sangat menyakitkan, jadi jangan sampai terulang. Kita juga harus mengambil hikmah dari peristiwa G30S/PKI itu,” jelasnya.
Sementara itu menurut Kepala Sekolah Darul Ulum, Hasbulloh, selain nobar juga diskusi dan dialog terkait film G30S/PKI.

“Acara nobar ini memang keinginan kami, agar para generasi penerus bangsa mengetahui sejarah yang pernah terjadi di Indonesia. Peristiwa G30S/PKI merupakan sejarah kelam, bahkan jaman dulu, sejumlah kyai serta ulama pemimpin pondok pesantren banyak yang dibunuh oleh komunis. Ini sebuah sejarah penting yang pernah terjadi di Indonesia, dan generasi bangsa harus mengetahui soal sejarah ini,” katanya.

Reporterpratama

print

You may also like...