Tangis Rohingnya Satukan Ummat di Dunia

Ummat Islam di Indonesia maupun yang ada di dunia baru saja merayakan Hari Raya Idul Adha, hari raya besar yang identik dengan berkurban atau menyembelih hewan ternak untuk dibagikan kepada warga yang berhak.

Ironisnya, di tengah kebahagian ummat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha, justru sebagian ummat Islam di Myanmar tengah mengalami krisis kemanusian.

Etnis Rohingnya yang mayoritas beragama Islam diberitakan sejumlah media sosial maupun media se-dunia, tengah mendapatkan penderitaan. Dibunuh, dibakar, diperkosa dan diusir dari tanah milik mereka sendiri.

Ummat Islam dunia pun marah dan mengecam apa yang terjadi di Rohingnya, aksi demo pun terjadi hampir di seluruh belahan bumi. Bukan hanya ummat Islam, dibeberapa negara ada ummat non muslim pun mengecam peristiwa brutal tersebut. Banyak pihak pun peduli dan mengumpulkan dana untuk meringankan beban saudara muslim di sana.

Peristiwa di Myanmar berbeda jauh dengan di Indonesia, yang terdiri dari banyak agama, justru bisa berjalan damai dan tenang dalam menjalani hidup. Ini berarti minoritas tak selalu tertindas, dan mayoritas tak selalu menindas. Semua tergantung pada niat dan tujuan hidup kita, jika ingin hidup tenang berdampingan dengan agama manapun maka hilangkan saling benci, saling caci maki. Mari bersatu, saling menghargai agama, suku, ras orang lain.

#save rohingnya

wassalam

H Herman Suriawijaya

Pimpinan Redaksi

print

You may also like...