Diam-diam, Bima Daftar Cawalkot Lewat Demokrat

Walikota Bogor Bima Arya ternyata diam-diam mengambil formulir pendaftaran bakal calon Walikota di DPC Demokrat Kota Bogor. Nyaris tak ada satupun media yang mengetahui kedatangan Bima Arya ke kantor DPC Demokrat Kota Bogor.

Menurut informasi, selain orang nomor satu di Kota Bogor, ada juga 3 nama lain yang ikut mengambil formulir pendaftaran. Yakni Sekretaris DPC Demokrat Kota Bogor Ferro Sopacua, anggota DPRD Kota Bogor R Dodi Setiawan, serta Agus Sulaksana kader partai Demokrat.

“Empat nama tersebut termasuk saya, sudah mengambil formulir pendaftaran. Tinggal menunggu saat pengembalian yang akan ditutup beberapa hari lagi,” kata Ferro, Kamis (27/7/2017).

Anehnya dari ke empat nama tersebut, tak ada nama Wakil Walikota Bogor Usmar Harimar yang notabene merupakan kader Partai Demokrat. Ketika ditanya, Ferro tidak menjawab dan menyarankan menanyakan langsung kepada Usmar.

“Silahkan tanya langsung Pak Usmar, kenapa tidak mengambil formulir pendaftaran,” ujar Ferro disela-sela latihan basket di gedung GOR semi indoor Pajajaran.

Ferro menambahkan, nama yang mendaftar akan diumumkan secara resmi usai pendaftaran ditutup Sabtu (29/7/2017) mendatang.

“Hasil pendaftaran akan diserahkan kepada DPD Jawa Barat untuk dilakulan proses selanjutnya. Kita akan segera mensosialisasikan para bakal calon yang daftar, nanti proses selanjutnya ada di DPD Jabar dan DPP,” jelasnya.

Selain membentuk tim penjaringan, lanjutnya sebagai upaya menyukseskan pilwakot, akan juga melakukan safari politik baik sesama partai politik di Kota Bogor atau dengan tokoh masyarakat. Jadi, kegiatan ini yang berbalut silaturahmi, diskusi, dan menyamakan persepsi. Mendengar apa yang dikeluhkan atau diinginkan masyarakat ke depan.

Sampai dengan Sabtu ini, lanjut Ferro, pihaknya membuka pintu lebar serta kesempatan terhadap kader internal, atau eksternal serta tokoh masyarakat yang berminat ingin menjadi calon walikota atau wakil walikota di Kota Bogor.

Ditanya soal koalisi, Ferro mengaku sudah pasti akan melakukannya. Karena Partai Demokrat tak bisa mengusung calonnya sendirian alias harus berkoalisi. “Demokrat di DPRD memiliki 5 kursi. Kalau melihat aturan, kurang 4 kursi dan hal itu harus dilakukan dengan cara menjalin koalisi,” jelasnya.

Aldho Herman

print

You may also like...