Menu

Dark Mode
CAS Bagikan Ratusan Paket Makan Gratis Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan MaskerĀ  Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring

Kabar Lifestyle

19% Penduduk RI Belum Terhubung Internet, Ini Janji Pemerintah

badge-check


					Menkomdigi Meutya Hafid. (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET) Perbesar

Menkomdigi Meutya Hafid. (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan masih terdapat sekitar 19% penduduk Indonesia yang belum terhubung dengan internet. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pun menjadikan pemerataan konektivitas sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan ekosistem digital nasional.

Meutya menuturkan bahwa saat ini sekitar 230 juta masyarakat Indonesia telah terhubung ke internet atau lebih dari 81% total populasi nasional. Namun demikian, masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.

“Saat ini 230 juta masyarakat Indonesia telah terhubung ke internet. Artinya lebih dari 81% dari total populasi. Namun kita masih memiliki pekerjaan rumah karena sekitar 19 persen penduduk belum terhubung internet,” ujar Meutya saat membuka Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Meutya menjelaskan berdasarkan data yang dimiliki pemerintah bahwa ada sekitar 3.000 desa yang belum tersedia akses internet. Hal itu menjadi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ke depannya.

Ia menilai tantangan tersebut sebenarnya dapat diselesaikan melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri telekomunikasi, terutama seiring upaya percepatan implementasi jaringan generasi kelima atau 5G di Indonesia.

“Kita masih memiliki sekitar 3.000 desa yang belum terhubung secara optimal. Kalau dilakukan bersama-sama, apalagi dengan pengembangan 5G yang sedang kita dorong melalui berbagai terobosan, mudah-mudahan kebutuhan ini bisa kita penuhi,” tuturnya.

Selain memperluas konektivitas, pemerintah juga terus mengevaluasi kondisi industri telekomunikasi nasional yang menjadi tulang punggung transformasi digital. Komdigi mencatat industri masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari tingginya belanja modal (capex) hingga penurunan rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah berupaya menjaga kesehatan industri agar mampu terus berinvestasi dalam pembangunan jaringan dan perluasan akses internet di berbagai daerah.

Meutya menegaskan pemerataan akses digital menjadi fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional yang saat ini telah mencapai sekitar USD 99 miliar atau setara sepertiga ekonomi digital ASEAN.

Disampaikan Meutya, manfaat transformasi digital harus dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk warga di daerah terpencil, petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga generasi muda.

“Setiap keterhubungan harus berdampak pada pertumbuhan dan keterjagaan. Karena itu, tugas kita bukan hanya meningkatkan angka konektivitas, tetapi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Netizen Soroti Jalanan Jakarta Sepi Hari Ini

27 August 2026 - 13:23 WIB

Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek ChinaBanjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek China

27 August 2026 - 13:19 WIB

Demo 27 Agustus Ramai di Jagat Maya, Netizen Soroti Beragam Hal

27 August 2026 - 13:15 WIB

Mengenal Fitur Telepon AI Hasil Kerja Sama Indosat dan Huawei

27 August 2026 - 13:11 WIB

Demo 27 Agustus, Komdigi Ingatkan Warga Tidak Sebar Kebencian di Medsos

27 August 2026 - 13:07 WIB

Trending on Kabar Lifestyle