Uji coba pelayanan angkutan kota (angkot) selaku perintis angkutan massal pada lintasan 2 koridor Trans Pakuan, yang mulai dilaksanakan hari ini Selasa (16/5/2017) dijaga oleh petugas gabungan Dishub, Polresta Bogor Kota dan TNI.
Sebelum menjaga pelaksanaan uji coba, petugas gabungan melaksanakan apel di kantor Dishub Kota Bogor Jalan Raya Tajur.Kedua jaringan itu adalah TPK 2 (Bubulak-Barangsiang-Ciawi) dan TPK 3 (Bubulak-Sukasari-Ciawi). Sedangkan 2 koridor lainnya menyusul secara bertahap yakni TPK 4 ( Ciawi-Ciluar-Ciparigi) dan TPK 5 (Ciparigi-Sudirman-Merdeka).

Menurut Kepala Dishub Kota Bogor, Rahmawati, uji coba program rerouting tersebut berdasarkan hasil rapat pada 8 Mei lalu antara Dishub, Organda, 15 badan hukum dan Satlantas Polresta Bogor Kota. Disepakati skema yang digunakan dalam pengalihan kendaraan ex (bekas) trayek 02, 03, 07, 09 dan 21 berdasarkan persentase jumlah kendaraan yang dimiliki oleh badan hukum pada trayek tersebut.
“Setelah diluncurkan program tersebut, penetapan jaringan trayek dan jumlah kendaraan angkot terbagi 2 pelayanan yaitu pelayanan angkutan massal terdiri atas 7 koridor dan pelayanan angkutan feeder (pengumpan) terdiri 30 jaringan trayek feeder.Pengembangan trayek ini terdiri atas 14 trayek tetap, 6 trayek baru, 3 trayek perpanjangan dan 7 trayek pecahan. Kemudian dilanjutkan tahapan kedua yaitu pemasangan papan stiker trayek,” katanya.
Angkot yang sudah terpasang papan stiker trayek lanjutnya, mencapai 80 persen diantaranya 16 trayek feeder berjumlah 1.548 kendaraan dan 4 koridor angkot perintis angkutan massal berjumlah 626 kendaraan.
Terkait tarif angkot,Kepala Bidang Angkutan pada Dishub Kota Bogor Jimmy V. P. Hutapea menambahkan, masih bersifat sementara diserahkan pada mekanisme pasar. Misalnya, Bubulak-Ciawi dikenakan tarif Rp5.000, terkecuali jarak dekat sesuai kesepakatan sopir dan penumpang.
Ahmad Jumaedi













