Menu ✖

Dark Mode
Sumpah Pemuda, Polresta Bogor Kota dan Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Gelar Apel Solidaritas Kemanusian Pemkot Datangi Pedagang Es Jeruk Malioboro yang Nuthuk, Sekda DIY : Yang Wajar – Wajar Aja! Ini Pesan Sri Sultan Hamengkubuwono X Saat Bertemu Pangdam XXVI Mataram Prof Uceng Ikut Aksi Sumpah Pemuda Titik Nol Yogyakarta Cerita Keluarga Wisatawan Asal Tulungagung Terjebak di Tengah Kericuhan di Malioboro  Demo Peringati Sumpah Pemuda di Jogja Pecah, Warga dan Aparat Terluka

Headline

Inilah 13 Jenis Narkotika Baru yang Harus Diwaspadai

badge-check


					Inilah 13 Jenis Narkotika Baru yang Harus Diwaspadai Perbesar

Oxycontin Oxycodone

Efek yang dirasakan saat menggunakan Narkoba jenis Oxycontin Oxycodone ini bagi penggunanya akan merasakan sensasi Euforia, kebahagiaan dan kedamaian imitasi seperti berada di ‘surga’. Diklain bahwa efek kecanduan Narkotika ini tak ada yang dapat menandinginya. Penggunaan obat ini booming sejak pertengahan era 90an yang diproduksi oleh Pabrik farmasi Purdue.

Namun setelah banyak kasus kematian orang dijumpai, setelah mengkonsumsi obat tersebut. Peredaran Oxycontin dianggap Illegal meskipun dengan alasan pengobatan. Dampak buruk kesehatan yang paling cepat diserang adalah kerusakan sistem organ tubuh, gangguan psikis kejiwaan sebelum berakhir dengan kematian.

Jamur Tahi Sapi/ Magic Mushroom

Magic Mushroom (psilocybin mushroom) yang lebih dikenal di Indonesia dengan istilah Jamur Tahi sapi atau Jamur Kotoran Kerbau. Penggunaan ini pertama kali booming di Pulau Bali dan Jawa, namun sejak Januari 2015 kemarin pemerintah melarang tegas peredaran Tahi Sapi dan telah memberlakukan Undang-undang Narkotika Tahun 2009 sebagai Narkotika Golongan I.

Sebab sepeti halnya Ganja, Jamur Tahi Sapi juga mengandung zat aktif psilosina yang dapat membuat penggunanya mengalami fly, merasakan tingkat halusinasi tinggi sampai keadaan tidak bisa menontrol/menguasai diri (tidak dapat mengenali orang lain). Adapun zat beracun yang terkandung dalam tahi sapi dapat menyebabkan kerusakan parah pada sel-sel ataupun gelombak otak penggunanya.

Krokodil (desomorphine)

Narkoba jenis terbaru terakhir adalah Krokodil atau sering disebut Desomorphine. Obat satu ini sangatlah murah sekali dan memiliki efek yang sama dengan heroin, namun bila dikonsumsi secara berlebihan Narkoba Krokodil dapat menyebabkan keracunan darah, kerusakan arteri sampai mengalami pembusukan pada bagian daging dan tulang.

Efek pertama kali yang mudah terlihat adalah kulit si pecandu krokodil akan berubah warna menjadi kehijauan dan bersisik. Ini disebabkan oleh karena pecahnya pembuluh darah dan system jaringan saraf pada tubuh. Bahkan dalam kasus menyeramkan yang paling sering ditemukan. Si penderita akan mengalami pembusukan pada bagian daging dan tulang sampai daging tersebut copot seperti meleleh. (RBA)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemkot Datangi Pedagang Es Jeruk Malioboro yang Nuthuk, Sekda DIY : Yang Wajar – Wajar Aja!

28 October 2026 - 23:43 WIB

Prof Uceng Ikut Aksi Sumpah Pemuda Titik Nol Yogyakarta

28 October 2026 - 22:41 WIB

Cerita Keluarga Wisatawan Asal Tulungagung Terjebak di Tengah Kericuhan di Malioboro 

28 October 2026 - 22:35 WIB

Demo Peringati Sumpah Pemuda di Jogja Pecah, Warga dan Aparat Terluka

28 October 2026 - 22:21 WIB

Jembatan Kewek Jogja  Direvitalisasi, Siap Digunakan Nataru 2026

27 October 2026 - 23:27 WIB

Trending on Headline