Menu

Dark Mode
CAS Bagikan Ratusan Paket Makan Gratis Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker  Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring

Headline

Inilah 13 Jenis Narkotika Baru yang Harus Diwaspadai

badge-check


					Inilah 13 Jenis Narkotika Baru yang Harus Diwaspadai Perbesar

Oxycontin Oxycodone

Efek yang dirasakan saat menggunakan Narkoba jenis Oxycontin Oxycodone ini bagi penggunanya akan merasakan sensasi Euforia, kebahagiaan dan kedamaian imitasi seperti berada di ‘surga’. Diklain bahwa efek kecanduan Narkotika ini tak ada yang dapat menandinginya. Penggunaan obat ini booming sejak pertengahan era 90an yang diproduksi oleh Pabrik farmasi Purdue.

Namun setelah banyak kasus kematian orang dijumpai, setelah mengkonsumsi obat tersebut. Peredaran Oxycontin dianggap Illegal meskipun dengan alasan pengobatan. Dampak buruk kesehatan yang paling cepat diserang adalah kerusakan sistem organ tubuh, gangguan psikis kejiwaan sebelum berakhir dengan kematian.

Jamur Tahi Sapi/ Magic Mushroom

Magic Mushroom (psilocybin mushroom) yang lebih dikenal di Indonesia dengan istilah Jamur Tahi sapi atau Jamur Kotoran Kerbau. Penggunaan ini pertama kali booming di Pulau Bali dan Jawa, namun sejak Januari 2015 kemarin pemerintah melarang tegas peredaran Tahi Sapi dan telah memberlakukan Undang-undang Narkotika Tahun 2009 sebagai Narkotika Golongan I.

Sebab sepeti halnya Ganja, Jamur Tahi Sapi juga mengandung zat aktif psilosina yang dapat membuat penggunanya mengalami fly, merasakan tingkat halusinasi tinggi sampai keadaan tidak bisa menontrol/menguasai diri (tidak dapat mengenali orang lain). Adapun zat beracun yang terkandung dalam tahi sapi dapat menyebabkan kerusakan parah pada sel-sel ataupun gelombak otak penggunanya.

Krokodil (desomorphine)

Narkoba jenis terbaru terakhir adalah Krokodil atau sering disebut Desomorphine. Obat satu ini sangatlah murah sekali dan memiliki efek yang sama dengan heroin, namun bila dikonsumsi secara berlebihan Narkoba Krokodil dapat menyebabkan keracunan darah, kerusakan arteri sampai mengalami pembusukan pada bagian daging dan tulang.

Efek pertama kali yang mudah terlihat adalah kulit si pecandu krokodil akan berubah warna menjadi kehijauan dan bersisik. Ini disebabkan oleh karena pecahnya pembuluh darah dan system jaringan saraf pada tubuh. Bahkan dalam kasus menyeramkan yang paling sering ditemukan. Si penderita akan mengalami pembusukan pada bagian daging dan tulang sampai daging tersebut copot seperti meleleh. (RBA)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker 

9 September 2026 - 18:42 WIB

Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan

8 September 2026 - 21:24 WIB

Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek

8 September 2026 - 10:03 WIB

Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid

7 September 2026 - 10:18 WIB

Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring

6 September 2026 - 21:00 WIB

Trending on Headline