Kemasan Pengaruhi Penjualan Produk Kuliner

Maraknya usaha kuliner di Kota Bogor patut diacungi jempol, meski dari sisi pemasaran ada juga yang mengalami penurunan penjualan. Hal ini menjadi perhatian serius Direktorat Edukasi Ekonomi Kreatif, Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dengan menggelar Bimbingan Teknis Desain Pengemasan Berbagai Produk.

Menurut Kepala Subdit Edukasi Ekonomi Kreatif untuk Publik, Mohammad Amin, banyaknya usaha kuliner di KOta Bogor harus dibarengi dengan pemasaran yang gencar. Dan produk yang dipasarkan harus memiliki rasa dan bahan yang berkualitas, serta kemasan (packing) yang menarik.

“Produk boleh enak dan menggunakan bahan berkualitas, tapi jika kemasan (packing)nya tak menarik maka akan berpengaruh terhadap penjualan. Mengingat konsumen diawal akan melihat dulu kemasannya, baru rasa. Jadi sangat penting peran kemasan pada sebuah produk,” kata Amin kepada kabaronline usai membuka acara di Hotel Whiz Bogor.

edukasi-ekonomi-kreatif-2Amin menambahkan, dalam pelatihan yang digelar selama 3 hari ini, peserta yang hadir akan diberikan penjelasan mengenai packing product. Mulai dari desain huruf, gambar, warna, bentuk dan pilihan jenis kemasan.

“Kami hadirkan ahli desain packing kemasan. Selain itu nanti akan dijelaskan pula kemasan yang boleh digunakan dan tidak, karena tidak semua kemasan bisa digunakan di semua produk kuliner. Dan diakhir kegiatan, pengusaha kuliner yang jadi peserta akan praktek langsung mengemas produknya yang menarik untuk dipasarkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Amin berharap, dengan kegiatan ini bisa menumbuhkan pemahaman kepada pengusaha kuliner jika kemasan sebuah produk makanan sangatlah penting untuk memasarkan sebuah produk.

“Mudah-mudahan tumbuh pemahaman dan pengusaha kuliner mau melakukan perubahan dalam kemasaannya, sehingga lebih sehat dan menarik untuk dipasarkan,” harapnya.

[pratama]

print

You may also like...