Menu

Dark Mode
Pabrik Terafab Milik Elon Musk Akan Jadi Gedung Terbesar Dunia Rayakan HUT RI ke-81, Mahasiswa Binus Gelar Upacara Bendera Virtual di Roblox Gempa Dahsyat NTT Bikin 794 BTS Terganggu, Menkomdigi Ungkap Kondisi Terbaru Taiwan Diserang Hacker Pakai AI, Puluhan Akun Pemerintah Dibobol Elon Musk: Era AI SpaceX Bisa Hasilkan Rp8.911 Triliun Tahun 2028 200 BTS Alami Gangguan Akibat Gempa NTT, Pemulihan Dikebut

Kabar Bogor

Mewaspadai Bencana Alam

badge-check


					Mewaspadai Bencana Alam Perbesar

Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, Koto Bogor akan dilanda cuaca ekstrim sampai dengan awal tahun 2017 mendatang. Intensitas hujan yang tinggi memang terjadi akhir-akhir ini. Seluruh wilayah di Jawa Barat saat ini sudah memasuki musim penghujan. Bahkan beberapa daerah seperti Garut, Sumedang, Ciamis, Sukabumi dan Bandung sudah dilanda banjir.

Banjir juga bisa terjadi di Kota Bogor. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Ganjar Gunawan, ada beberapa wilayah di Kota Bogor yang rawan banjir dan tanah longsor. Terutama banjir lintasan yang mengancam pemukiman di wilayah pinggiran aliran Ciliwung dan Cisadane. Banjir juga rawan terjadi apabila drainase tidak bisa berfungsi secara optimal.

_MG_8099 (1)Berdasarkan catatan BPBD Kota Bogor, sampai dengan Oktober 2016 telah terjadi berbagai bencana di Kota Bogor. Tercatat ada 20 kali banjir, 50 kali longsor, 55 kali kebakaran, 7 kali puting beliung, 29 kali pohon tumbang dan 24 kali rumah roboh.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kembali berbagai bencana alam, Pemerintah Kota Bogor pertengahan November lalu menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memeriksa kesiapan seluruh jajaran perangkat daerah Pemerintah Kota Bogor dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Pada kegiatan itu juga dicanangkan Gerakan Bersama Tanggap Bencana.

Usai apel, Walikota Bogor bersama 200 peserta apel segera bergerak ke Jalan Pengadilan untuk melakukan kegiatan bebersih. Termasuk memeriksa dan membersihkan drainase di sepanjang Jalan Pengadilan.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Bogor juga melakukan normalisasi drainase di beberapa lokasi. Selain di Jalan Pengadilan, juga dilakukan pembersihan drainase di kawasan Pasar Anyar dan Stasiun Bogor. Pembersihan drainase di Stasiun Bogor ditujukan untuk mencegah banjir seperti yang terjadi beberapa tahun yang lalu. Jika banjir sampai berulang, dapat dipastikan perjalanan kereta api bisa terganggu.

Kegiatan normalisasi drainase itu berlangsung lebih dari dua minggu. Menerjunkan 24 petugas Preservasi Jalan, Drainase dan Jalan dari Dinas Bina Marga dan Sumberdaya Air Kota Bogor. Mereka mulai bekerja pada jam 06.00 pagi setiap hari. Bahkan Walikota Bogor menyempatkan diri untuk ikut membersihkan gorong-gorong tersebut.

Sampah memang sudah menumpuk di drainase itu. Berbagai jenis limbah  berjejalan di dalamnya. Mulai dari gumpalan tali-tali rafia, potongan kayu, kardus, botol plastik sampai dengan endapan lumpur yang sudah meninggi. Setiap kali dikeruk, volume sampah yang terkumpul bisa mencapai lebih dari 4 meter kubik yang langsung diangkut dengan menggunakan truk sampah. Sampah-sampah itu adalah limbah dari kegiatan perdagangan yang berlangsung di kawasan tersebut.

Sebetulnya Dinas Bina Marga dan Suberdaya Air Kota Bogor telah memasang saringan penutup terbuat dari besi (gril) dan juga untuk mencegah supaya sampah tidak sampai masuk ke gorong-gorong. Namun hal itu tidak dapat sepenuhnya berhasil mencegah sampah masuk. Kebiasan buruk sebagian masyarakat membuang sampah sembarangan dan kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan membuat fungsi saringan gorong-gorong tidak bisa optimal.

Melalui gerakan bersama peduli bencana, diharapkan masyarakat mau bersikap lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Kepedulian tersebut tidak hanya sebatas tidak membuang sampah sembarangan, melainkan juga berani mengingatkan siapapun untuk tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi dengan sengaja membuang sampah ke saluran pembuangan air hujan dan juga sungai.

Kepedulian semua pihak terutama ditujukan untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana dalam berbagai bentuk. Jangan salahkan alam ketika bencana terjadi, tetapi salahkan diri kita dan mereka yang tidak peduli terhadap masalah lingkungan. (Advertorial)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Datangi Mapolresta, Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik

9 August 2026 - 22:54 WIB

Launching Layanan Fertilitas Embria, Pemkot Bogor Dorong Pengembangan Teknologi Kesehatan

9 August 2026 - 19:27 WIB

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Wakaf Warga Sukadamai untuk Kepentingan Masyarakat

27 July 2026 - 09:46 WIB

TIngkatkan Efisiensi dan Efektivitas, Kendaraan Operasional Disperumkim Dipasangi GPS dan Fuel Sensor

22 July 2026 - 10:20 WIB

Trending on Kabar Bogor