Ya Allah. Gangguan Jiwa, Pemuda Bakar Peralatan Masjid

Warga Kota Bogor mendadak geger, paska beredarnya informasi mengenai masjid dan mushola yang dibakar di daerah Tanah Sareal Kota Bogor. Namun setelah ditelusuri kepada pihak kepolisian, ternyata yang terbakar adalah sejumlah peralatan yang ada di dalam masjid.

Informasi peralatan masjid yang terbakar itu berada di Masjid Murul Huda dan mushola yang ada di RT 03 RW 11, dan di RT 01 RW 11 Jalan Sumur Wangi Lamping Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Seorang pemuda yang mengalami gangguan jiwa diduga menjadi pelaku pembakaran gorden, karpet, sajadah, Al-quran dan pengeras suara yang ada di tempat ibadah umat Islam tersebut.

masjidMenurut pengurus DKM Masjid Nurul Huda, Isep Karsono, pelaku pembakaran perlatan Masjid itu diduga berinisial KS yang diketahui mengalami gangguan jiwa.

“Pelaku diduga gagal mempelajari ilmu kanuragan. Pelaku berulah dengan membakar Al-Qur’an dan peralatan lain yang ada di dalamnya,” kata Isep, saat memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi, Rabu (12/12).

Sementara itu menurut Komandan Distrik Militer (Dandim) 0606 Kota Bogor, Letkol Inf. Doddy Suhadiman. Setelah mendapat informasi masalah tersebut, Dandim langsung menerjunkan pasukannya membantu pihak kepolisian di tempat kejadin perkara (TKP).

“Kami langsung terjun ke lokasi bersama petugas kepolisian. Sementara warga yang melihat api, langsung menghubungi warga lainnya dan dengan sigap memadamkan kobaran api sehingga api tak sampai membakar masjid. Tapi, pelaku berhasil melarikan diri,” kata Dandim.

Hal senada disampaikan Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sonjaya. Menurutnya  isu masjid dibakar itu tidak benar, tetapi peralatan masjid yang dibakar seorang pemuda diduga mengalami gangguan jiwa, itu benar.

“Dugaan mengarah ke KS, dikarenakan perlatan terbakar setelah KS memasuki masjid dan itu diketahui oleh salah seorang warga,” kata Agah.

Setelah mengetahui rumah dan identitas pemuda yang diduga pelaku, lanjut Agah, pihaknya mendatangi rumahnya dan bertemu dengan orangtua KS.

“Orangtua KS membenarkan jika KS tak ada di rumah, kabur saat akan diantar ke rumah sakit oleh pamannya. Bahkan pamannya dicekik diperjalanan ke rumah sakit, dan KS kabur. KS kerap membakar karpet atau peralatan lain milik warga,” katanya.

“Penyebab gangguan jiwa diduga setelah mendalami ilmu di daerah Cianjur. Entah bagaimana KS jadi mengalami gangguan jiwa,” jelasnya.

Masjid dan mushola tetap digunakan untuk ibadah oleh warga, dan terlihat  sejumlah petugas berjaga-jaga di lokasi.

[reporterpratama]

print

You may also like...