Wisata ke Kota Bogor, ke Kampung Seni Edas Yuk!!

kampung-seni-edas

Wisatawan lokal maupun dari luar Bogor kini memiliki alternatif pilihan wisata saat ke Kota Bogor Jawa Barat. Setelah sebelumnya Pemerintah Kota Bogor meresmikan kampung labirin, kampung batik, kampung perca dan beberapa kampung wisata lainnya, kini Pemkot Bogor resmi mengenalkan tujuan wisata baru berbasis kemasyarakatan yakni kampung seni Edas, Sabtu (25/6/2022).

Kampung tematik teranyar bernama Kampung Seni Edas yang berlokasi di Kampung Wangun RW04, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur ini, akan dijadikan salah satu destinasi wisata pertunjukan seni khas Kota Bogor.

Kampung Seni Edas yang diinisiasi Sanggar Etnika Daya Sora (Edas) binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor ini menampilkan berbagai kesenian sunda, seperti kaulinan budak lembur, wayang kaleng, langgir badong dan alat musik bambu wekwok.

Menurut Pimpinan Sanggar Edas, Ade Suarsa, ide menjadikan kampung ini sebagai destinasi wisata dalam bentuk kesenian sebenarnya sudah menjadi impiannya sejak lama.

“Kita punya keinginan sejak dulu untuk membuat sebuah destinasi wisata. Kita ingin menghadirkan salah satu pilihan tempat wisata yang memang belum ada di Kota Bogor, khususnya dalam bentuk kesenian,” kata Ade.

Di kampung ini lanjut Ade, nantinya ada seni pertunjukan, pembuatan (produksi) alat-alat kesenian dari bambu ataupun limbah barang bekas, workshop dan berbagai macam UMKM yang ada di wilayah Sindangsari.Tujuan Kampung Seni Edas ini, agar Kota Bogor memiliki wisata baru berbasis kemasyarakatan yang mendunia. 

“Di sini kita menghadirkan sebuah tempat kesenian yang nantinya menjadi sebuah paket wisata. Kapan pun, siapa pun yang ingin melihat kesenian tradisional yang hanya ada di Kota Bogor, ya di sini di Edas. Dan ini bisa ikut meningkatkan perekonomian warga di Kelurahan Sindangsari,” tandasnya.

Baca juga:

Memaknai Kehadiran Kampung Perca

Camat Bogor Timur Rena De Frina yang hadir dalam acara soft launching Kampung Seni Edas mengatakan, kampung seni ini adalah pertama di Kota Bogor, yang diprakarsai Sanggar Edas. Kampung Seni Edas akan dijadikan salah satu destinasi wisata seni yang ada di Kota Bogor.

“Kita akan usahakan masuk kalender pariwisata Kota Bogor dan dikoneksikan dengan Kampung Perca yang ada juga di Sindangsari. Jadi nanti satu paket tour wisata di Kelurahan Sindangsari,” terangnya.

Di kampung ini, kata Rena, tidak hanya ada pertunjukan seni, juga ada bengkel untuk pembuatan alat-alat musik dari bambu, seperti alat musik wek wok dan tadi diperkenalkan juga wayang kaleng yang terbuat dari kaleng bekas.

“Hari ini semacam soft launching, trial and error. Apa saja yang nanti perlu diperbaiki dan itu menjadi tanggung jawab kami juga di wilayah berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor,” imbuhnya.

Rena menambahkan, pihaknya membutuhkan dukungan dari instansi terkait lain di Pemerintah Kota Bogor, termasuk dukungan dari DPRD Kota Bogor. “Pastinya kita butuh dukungan, kita lihat dulu, kita benahi karena ini dari nol,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin menilai Kampung Seni Edas merupakan potensi yang luar biasa dari masyarakat Kota Bogor khususnya Kecamatan Bogor Timur. Dan tentunya ini menjadi magnet bagi seluruh stakeholder untuk bisa mendukung dari semua sisi.

“Saya sebagai warga Bogor juga ingin Kota Bogor mempunyai keciri khas ketika wisatawan masuk ke Kota Bogor, dan ketika pulang ke tempat asalnya mereka terkenang dengan satu penampilan satu budaya yang menceritakan keciri khasan Kota Bogor,” ungkapnya.

Secara regulasi di Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 9 Tahun 2016. tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA), ada beberapa destinasi wisata di Kota Bogor, seperti Bendung Katulampa dan Situ Gede. Iapun melihat Kampung Seni Edas ini harus bisa ditampilkan dari sisi regulasi, maupun kebijakan anggaran dan tentunya perlu dukungan dari stakeholder agar destinasi wisata seni ini dapat mendatangkan wisatawan.

“Saya rasa ini perlu didorong oleh semua pihak agar terekspose, terpublis keluar, bahkan sedunia sehingga wisatawan bisa singgah di sini. Nah, ketika singgah di sini fasilitasnya seperti apa? Kita mumpuni atau tidak? Aksesnya seperti apa? Tadi saya sampaikan ke Pak Ade langsung silahkan inventarisir dari sisi kebijakan anggaran apa yang perlu pemerintah dorong. Saya sebagai wakil rakyat siap  memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan secara mendasar baik promosi atau kebutuhan sarana prasarana dan lain lain. Dan tentu kita harap ini konsisten,” pungkasnya.

Jadi jika ke Bandung ada saung udjo, di Kota Bogor ada kampung seni Edas.

Penulis Pratama

Editor Aldho Herman

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *