Menu

Dark Mode
Luncurkan Alapadu Wara Wiri, BKPSDM Jemput Bola ke ASN Pemkot Ajak Konsistensi Jaga Kebersihan Kota Bogor April Sudah Masuk Kemarau, Kenapa Masih Hujan Deras? Tentara Israel Akui Iron Dome Cs Gagal Bendung Rudal Iran Unik! Astronaut Artemis II Tidur di Luar Angkasa Mirip Kelelawar Satelit NASA Ungkap Tembok Hijau China Menjinakkan Gurun

Kabar Lifestyle

WhizHack Soroti Risiko Siber Konvergensi IT dan OT

badge-check


					Sumber: 1st Perbesar

Sumber: 1st

Jakarta – WhizHack Technologies resmi mengumumkan mulai beroperasi di Indonesia lewat sebuah diskusi eksklusif bersama CIO Association Indonesia Chapter. Acara ini mempertemukan para CIO, CISO, serta pengambil keputusan senior di sektor teknologi dengan fokus pada masa depan keamanan siber di dalam negeri.

Peluncuran ini menjadi perkenalan resmi WhizHack ke pasar Indonesia. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk membangun kolaborasi dengan pemimpin industri, mitra, dan lembaga lokal guna memperkuat ketahanan siber nasional.

“Kami tidak ingin masuknya kami ke Indonesia hanya sekadar pengumuman atau logo. Kami ingin memulai perjalanan ini dengan pertukaran ide bersama para pemimpin yang menghadapi risiko siber setiap hari,” ujar Abhijit Das, Co-Founder dan Managing Director WhizHack Technologies, dalam keterangan yang diterima detikINET.

Salah satu tema utama yang dibahas adalah meningkatnya konvergensi antara Information Technology (IT) dan Operational Technology (OT). Seiring organisasi mulai mengadopsi manufaktur cerdas, infrastruktur terhubung, serta operasi berbasis data, batas tradisional antara keamanan IT dan OT dinilai semakin kabur.

Kondisi ini disebut memunculkan risiko baru, terutama bagi sektor industri dan layanan penting yang mengandalkan sistem terintegrasi.

Dalam kesempatan tersebut, WhizHack memperkenalkan platform Integrated Cyber Security ZeroHack XDR Suite. Solusi ini dirancang untuk membantu organisasi beralih dari penggunaan alat keamanan yang terpisah-pisah menuju strategi keamanan terpadu, termasuk untuk pemerintah, perusahaan, dan operasi industri.

Diskusi peluncuran juga menekankan pentingnya kesiapan siber yang lebih praktis. Para peserta mengeksplorasi berbagai skenario dunia nyata, bukan hanya kerangka kerja abstrak.

Sesi tersebut turut menyoroti konsep cyber range-based learning, yakni metode pelatihan di mana tim keamanan dapat mempraktikkan keterampilan ofensif dan defensif dalam lingkungan simulasi yang aman.

“Teknologi penting, tetapi manusia adalah tulang punggung sejati dari ketahanan siber. Ketika tim dilatih dan diuji, organisasi bisa merespons lebih cepat dengan biaya lebih rendah,” kata Abhijit Das.

WhizHack menyatakan peluncuran ini menjadi langkah awal perjalanan jangka panjang di Indonesia, dengan fokus mendukung organisasi melalui kombinasi teknologi, strategi, keterampilan, serta kemitraan lokal.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

April Sudah Masuk Kemarau, Kenapa Masih Hujan Deras?

7 April 2026 - 12:37 WIB

Tentara Israel Akui Iron Dome Cs Gagal Bendung Rudal Iran

7 April 2026 - 12:33 WIB

Unik! Astronaut Artemis II Tidur di Luar Angkasa Mirip Kelelawar

7 April 2026 - 12:28 WIB

Satelit NASA Ungkap Tembok Hijau China Menjinakkan Gurun

7 April 2026 - 12:25 WIB

Steam Hapus Rating IGRS yang Jadi Polemik di Medsos

7 April 2026 - 12:20 WIB

Trending on Kabar Lifestyle