Menu

Dark Mode
CAS Bagikan Ratusan Paket Makan Gratis Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker  Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring

Kabar Lifestyle

Wamenkomdigi: Kerugian Scam dan Spam Tembus Rp7,5 Triliun

badge-check


					Wamenkomdigi Nezar Patria mengungkap penipuan online di Indonesia telah 
merugikan masyarakat hingga Rp7,5 triliun. (Foto: CNBC Indonesia/Faisal 
Rahman)
Perbesar

Wamenkomdigi Nezar Patria mengungkap penipuan online di Indonesia telah merugikan masyarakat hingga Rp7,5 triliun. (Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkap penipuan online di Indonesia telah merugikan masyarakat hingga Rp7,5 triliun.

“Angka scam naik terus. Kemarin total kerugian akibat spam dan scam mencapai Rp7,5 triliun berdasarkan laporan dari Global Anti-Scam Alliance,” kata Nezar saat beraudiensi dengan Kaspersky di Komdigi, dalam keterangan resminya, Selasa (30/6).

Ia juga menyoroti bahwa penipuan online ini banyak yang menyasar warga lanjut usia (lansia). Menurutnya para lansia rentan terkena scam yang makin canggih menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Perkembangan teknologi AI yang semakin pesat ini membuat modus penipuan online semakin berbahaya. Pasalnya, AI dapat meniru suara orang lain, yang membuat korbannya jadi mudah percaya.

“Scam yang paling bahaya dengan menelpon sebagai orang lain. Sekarang makin canggih, karena bisa meniru suara orang bahkan meniru suara-suara pejabat pakai AI. Dia ketik teksnya, terus tinggal diputar ulang,” kata dia.

Merespons maraknya kasus penipuan online yang makin canggih, pemerintah mendorong seluruh perusahaan telekomunikasi untuk mengimplementasikan fitur anti-scam agar dapat melindungi para konsumen.

Menurutnya, para perusahaan telekomunikasi dapat melakukan asesmen mandiri untuk memilih langkah implementasi yang sesuai dengan model bisnis masing-masing.

Kaspersky sebelumnya memprediksi kualitas audio visual hasil deepfake AI sudah semakin canggih. Di sisi lain, alat pembuatan konten ini menjadi lebih mudah diakses, bahkan non-ahli pun dapat membuat deepfake berkualitas menengah hanya dalam beberapa detik.

Akibatnya, kualitas rata-rata terus meningkat, pembuatan menjadi lebih mudah diakses oleh khalayak yang jauh lebih luas, dan kemampuan ini pasti akan terus dimanfaatkan oleh penjahat siber.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Netizen Soroti Jalanan Jakarta Sepi Hari Ini

27 August 2026 - 13:23 WIB

Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek ChinaBanjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek China

27 August 2026 - 13:19 WIB

Demo 27 Agustus Ramai di Jagat Maya, Netizen Soroti Beragam Hal

27 August 2026 - 13:15 WIB

Mengenal Fitur Telepon AI Hasil Kerja Sama Indosat dan Huawei

27 August 2026 - 13:11 WIB

Demo 27 Agustus, Komdigi Ingatkan Warga Tidak Sebar Kebencian di Medsos

27 August 2026 - 13:07 WIB

Trending on Kabar Lifestyle