Ini Klarifikasi Lurah di Sulsel Paska Videonya Viral

Viralnya video seorang lurah yang membentak dan enggan menanda tangani berkas warga di media sosial, langsung direspon Lurah Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Muhammad Yusuf.

Seperti dilansir di tribunnews.com, menurut Muhammad Yusuf, dirinya yang ada dalam video tersebut hanya bercanda dengan teman lamanya.

Dalam tayangan channel Youtube Listing Berita, Muhammad Yusuf, lurah yang sedang viral itu pun membeberkan kejadian sebenarnya. Dengan mengenakan seragam, lurah itu menceritakan kronologi kejadian tersebut.

Dalam video terdengar, Pak lurah membenarkan bahwa ada dua warganya yang meminta tanda tangannya untuk surat keterangan usaha (SKU).

Kedua warga tersebut adalah Ardi dan Widya, wanita yang merekam kejadian tersebut. Namun ketika disinggung perihal aksi arogansinya kepada warga yakni membentak, lurah tersebut berucap bahwa dirinya hanya bercanda.

Hal tersebut dilakukannya karena menganggap Ardi adalah teman dekatnya. Selain teman dekat, lurah tersebut juga mengaku bahwa Ardi adalah saudaranya. Namun maksud untuk bercanda itu rupanya tak disadari Widya yang merekam.

video klarifikasi lurah Empoang Selatan:

Menurut lurah tersebut, hal itu yang membuat Widya lantas merekam kejadian pada hari itu dan menyebarkannya.

“Warga saya namanya Ardi datang ke kantor saya, trus dia minta untuk tanda tangan untuk SKU (Surat Keterangan Usaha), dia (Ardi) ditemani Widya. Trus saya bercanda saya sama Ardi, dikira Widya itu saya serius, padahal Ardi ini kan teman dekat saya dan keluarga saya juga.Cuma saya nggak tahu kalau divideokan, dikira saya serius ngomongnya,” ujar lurah Empoang Selatan.

Alasan lain mengapa dirinya terkesan marah itu pun kembali diungkapkan lebih lanjut oleh lurah tersebut.

Lurah itu mengatakan bahwa dirinya merasa kesal kepada Ardi karena sudah lama menghilang alias tak menemui dirinya.

Padahal diakui lurah tersebut Ardi adalah sanak kerabatnya.

“Pada saat itu, Ardi itu kan keluarga dekat saya, tapi dia itu lama baru muncul, makanya saya marahi dia dulu, trus Ardi minta SKU nya saya tanda tangani,” ucap lurah itu yakin.

Namun ketika disinggung perihal berkas yang menjadi permasalahan dari percekcokan itu, sang lurah mengatakan fakta yang sebenarnya.

Yakni sang lurah mengaku akhirnya ia telah menandatangani berkas SKU tersebut pada hari yang sama saat video tersebut direkam.

“Intinya saya tanda tangani berkas (SKU) tadi, hari itu juga saya tanda tangani,” ungkap Lurah tersebut.

Sementara itu pihak pembuat video yakni Widya dan Ardi, menyatakan permohonan maafnya. Seperti yang ada di channel youtube listing berita.

berikut video permohonan maaf Widya dan Arie:

sumber tribunnews.com

video: channel youtube listing berita

print

You may also like...